Berikut Perbedaan Perayaan Tahun Baru Imlek di China dan Indonesia

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan megah nan ramai. Setiap daerah maupun negara memiliki perbedaan dalam merayakan Tahun Baru Imlek ini.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA
Perayaan Imlek di kawasan Pasar Gede, Solo (27/1/2017). (KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA) 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COMTahun Baru Imlek merupakan perayaan megah nan ramai. Setiap daerah maupun negara memiliki perbedaan dalam merayakan Tahun Baru Imlek ini.

Karena setiap negara memiliki budaya yang berbeda-beda. Termasuk di Indonesia, berbeda dengan di China.

Tahun Baru Imlek adalah sebuah perayaan yang sangat meriah bagi masyarakat keturunan Tionghoa yang tersebar ke segala penjuru dunia.

Baca juga: Sudah Dimulai Sejak 15 Januari hingga Akhir Bulan, Perayaan Imlek Megah di Thailand

Dalam merayakan Imlek, setiap negara memiliki budaya masing-masing. Meski ada yang serupa, tetap tidak ada yang benar-benar sama hingga 100 persen.

Seperti halnya perayaan Imlek di China dan Indonesia. Ada perbedaan yang disesuaikan dengan budaya masyarakat sempat maupun kebiasaan.

Perayaan Imlek biasanya berlangsung kurang lebih 15 hari dengan diisi berbagai tradisi berbeda tiap harinya, dikutip dari Kompaspedia, Minggu (30/1/2022).

Imlek di Indonesia


Menjelang Imlek salah satu tradisi di Indonesia adalah rumah-rumah orang keturunan Tionghoa dibersihkan dan dicat.

Kemudian berbagai dekorasi yang didominasi warna merah akan dipasang di sejumlah area rumah, dekorasi dipasang untuk mengungkapkan kebahagiaan.

mengunjungi kerabat saat Tahun Baru Imlek
Ilustrasi berkunjung ke rumah kerabat saat Tahun Baru Imlek.(SHUTTERSTOCK/DRAGON IMAGES)

Hiasan berupa tulisan juga dipasang sebagai sebuah ungkapan syukur. Tulisan yang dipasang biasanya adalah Su Kwi Peng Ah” yang artinya selama empat musim tetap selamat.

Ada juga tulisan Ngo Ho Lim Mui yang artinya lima rezeki menunggu di depan pintu dan kata-kata soal kemakmuran lainnya.

Ketika malam Tahun Baru, biasanya seluruh anggota keluarga berkumpul untuk makan malam bersama dan mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek.

Lampion berwarna merah yang kerap dipasang saat perayaan tahun baru china. (Dok. Samrang Pring/Reuter)
Lampion berwarna merah yang kerap dipasang saat perayaan tahun baru china. (Dok. Samrang Pring/Reuter) (Dok. Samrang Pring/Reuter)

Perayaan Imlek di Indonesia juga identik dengan pembagian amplop merah berisi uang atau angpau kepada sanak saudara.

Pagi harinya, orang-orang akan berdoa di depan abu para leluhurnya, kemudian saat siang datang, mereka mengunjungi rumah kerbat-kerabat terdekat.

Setelah hari pertama bulan baru di tahun baru, ada sebuah perayaan khusus mulai hari kedua hingga ditutup pada tanggal 15 Cia Gwee saat perayaan Cap Go Meh.

Perayaan khusus itu biasanya ditandai dengan adanya kue keranjang dan pertunjukan barongsai.

Serangkaian penutupan perayaan Imlek dikenal dengan Pesta Goan Shiauw. Nama itu diambil untuk memeperingati lahirnya Siang Goan Thian atau roh yang memerintah langit dan bumi.


Perayaan Imlek di China


Untuk Imlek di China, perayaannya akan lebih fokus pada malam tahun barunya saat anggota keluarga di negara tersebut berkumpul bersama.

Melansir dari dikutip dari Travel and Leisure, dalam merayakan Imlek, orang di China akan memakai baju baru dengan warna khas Imlek, yakni merah dan emas.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved