Deretan Pohon Besar dan Kecil Sepanjang Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Dibalut 120 Meter Kain Cual

Deretan pohon sepanjang Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dipersolek dengan balutan kain cual khas Bangka.

KOMPAS.com/HERU DAHNUR
Pohon yang terpasang kain cual khas Bangka di Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Senin (21/11/2022). (KOMPAS.com/HERU DAHNUR) 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, PANGKALPINANG - Deretan pohon sepanjang Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dipersolek dengan balutan kain cual khas Bangka.

Pantai Pasir Padi seketika tampak semarak dengan hiasan kain cual warna merah putih.

Namun ternyata ada oknum tertentu yang berlaku kriminal dengan mencuri beberapa kain pembalut pohon tersebut.

Baca juga: Panitia Taber Laut di Bangka Akan Kembali Gelar Ritual Doa Pinggir Pantai Desember Mendatang

Puluhan pohon yang tumbuh di sepanjang Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dipersolek dengan balutan kain cual khas Bangka.

Selain memperkenalkan tenun khas daerah, pemasangan kain cual juga untuk memeriahkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Pasir Padi.

"Kami menyiapkan sekitar 120 meter kain untuk pohon-pohon tersebut. Nanti setelah penataan pembuatan pedestrian dan lainnya di kawasan ini selesai, akan dilanjutkan pemasangan ke pohon-pohon lain," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang M Yasin, kepada awak media, Senin (21/11/2022).

Program pemasangan kain cual, lanjutnya, mencakup 40 pohon berukuran sedang dan besar di garis pantai yang juga lahan pemerintah sepanjang 500 meter.

Motif kain cual warna merah dipilih karena dinilai sebagai ikon Bangka Belitung.

Baca juga: Keindahan Alam Pulau Ketawai di Bangka Tengah Jadi Andalan, Bisa Snorkeling sampai Outbound


Salah Satu Kain Cual Dicopot Orang Tidak Dikenal

Tampilan kain khas Bangka membalut pohon di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang
Tampilan kain cual khas Bangka yang membalut pohon di Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/11/2022). (KOMPAS.com/HERU DAHNUR)

Namun, setelah sepekan terpasang, salah satu kain dicopot orang tidak dikenal. Kain tersebut ukurannya cukup panjang untuk sebatang pohon yakni 2,6 meter.

"Kami duga itu dicopot atau diambil dengan sengaja. Karena pemasangan kain pada pohon sangat kuat, tidak mungkin lepas dengan mudah," ungkap Yasin.

Dia menuturkan, Dinas Pariwisata telah menurunkan petugas untuk patroli setiap harinya. Namun, ternyata petugas kecolongan karena, saat pemeriksaan rutin, diketahui satu pohon telah lepas kainnya.

Baca juga: Baju Adat Bangka Belitung yang Dikenakan Presiden Jokowi, Merupakan Perpaduan Kebudayaan Tiga Etnis

Yasin belum mengetahui apakah kain tersebut sengaja dilepas atau hilang.

Pasalnya, untuk menjaga agar kain tetap melingkar di batang pohon, pihaknya telah memasang perekat yang cukup kuat.

"Kami akan mengganti kain itu. Kalau sekarang hilang satu mungkin kita toleransi. Tapi kalau sudah hilang banyak padahal itu sudah dipasang perekat yang kuat ataupun merusak, maka kami akan melaporkan ke pihak berwajib," tegasnya.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puluhan Pohon di Pantai Pangkalpinang Dipersolek dengan Tenun Cual", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/11/22/102454327/puluhan-pohon-di-pantai-pangkalpinang-dipersolek-dengan-tenun-cual.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved