Kesempatan Indonesia Promosikan Pariwisata Labuan Bajo yang Berkelanjutan di KTT G20

Indonesia memiliki kesempatan yang terbuka luas untuk memamerkan dan mempromosikan semua destinasi wisata, kebudayaan dan keunikan yang dimiliki

Dok. Kementerian PUPR
Kawasan Marina di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Dok. Kementerian PUPR 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, LABUAN BAJO - Indonesia memiliki kesempatan yang terbuka luas untuk memamerkan dan mempromosikan semua destinasi wisata, kebudayaan dan keunikan yang dimiliki.

Kesempatan itu adalah saat-saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 yang kini sedang berlangsung di Bali.

Termasuk destinasi super prioritas Labuan Bajo Flores, Nusa Tenggara Timur atau NTT.

Baca juga: Upaya BPOLBF Memperlama Masa Tinggal Wisatawan di Labuan Bajo, Begini Caranya

Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Indonesia mulai memasuki tahap akhir.

Berbagai forum dan panel diskusi masih terselenggara, salah satunya di Bali yang merupakan lokasi utama perhelatan KTT G20 maupun di 19 provinsi lainnya di Indonesia yang telah ditunjuk sebagai side meeting.

Forum ini membahas berbagai isu global, salah satunya adalah isu kepariwisataan yang selain dilaksanakan melalui Tourism Working Group (TWG), juga dilaksanakan melalui Panel Diskusi Tri Hita Karana (THK) Forum 2022.

Acara itu diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 13 hingga 14 November 2022.

Baca juga: Pertunjukan Musik Sasando dan Atraksi World of Phinisi Ramaikan Festival Maritim Labuan Bajo 2022


Adapun THK Forum merupakan bagian side event KTT G20 yang bertujuan menggalang kolaborasi antara komunitas investor global, pengembang proyek, dan para pemimpin untuk mengakselerasi SDGs (sustainable development goals).

Panel diskusi Sustainable Travel and Tourism ini dibuka secara langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam sambutannya, Menparekraf RI menyampaikan tentang ranking Indonesia yang naik 12 tingkat dalam Global Tourism Index pasca-pandemi.

Baca juga: Manggarai tak Hanya Labuan Bajo dan TN Komodo, Ada juga Belasan Wisata Air Panas

Menurut dia, tahun 2022 merupakan titik tolak atau titik awal kebangkitan ekonomi global dan nasional.

“Kami telah mampu meningkatkan peringkat kami di World Economic Forum Travel and Tourism Index. Kami naik 12 posisi dan saat ini menempati posisi 3 di dunia dalam hal GDP kontributor,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Sandiaga melanjutkan, Kemenparekraf terus berkomitmen untuk fokus mengembangkan destinasi wisata yang berkelanjutan, berkualitas, dan menjadi smart destination.

 

Promosi Wisata Labuan Bajo

Sementara itu, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina yang juga hadir sebagai salah satu narasumber dalam panel diskusi forum itu menyampaikan bahwa pemulihan pasca pandemi di Labuan Bajo.

“Kami beruntung bahwa minat kunjungan pasca-pandemi begitu tinggi dan tentunya akan mendorong pemulihan ekonomi di Labuan Bajo begitu tinggi," tutur Shana.

Pantai berserta laut dan gunung menambah indah panorama Pulau Padar. SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN
Pantai berserta laut dan gunung menambah indah panorama Pulau Padar. SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN (SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN)

Menurut dia, hal itu karena Labuan Bajo memiliki keunikan sebagai destinasi yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO dan menjadi destinasi bahari pilihan.

Shana melanjutkan, BPOLBF bersama stakeholder terkait saat ini tengah mengembangkan Labuan Bajo agar tidak saja menjadi tempat transit, tetapi juga jadi destinasi meetings, incentive, conferences, dan exhibitions (MICE) sebagai diversifikasi produk.

Apa yang dilakukan BPOLBF saat ini adalah mentransformasikan pariwisata berkelanjutan dalam tindakan nyata dan bagaimana menarik orang untuk datang ke Labuan Bajo.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved