Hampir Punah, Badak Jawa Tersisa 74 Ekor, Bacuya Jadi Maskot Piala Dunia U-20 pada 2023 Mendatang

Piala Dunia U-20  yang diselenggarakan di Indonesia pada 2023 mendatang sudah memiliki maskot resmi. Bahkan sudah diperkenalkan badan sepak bola dunia

SHUTTERSTOCK/SONY HERDIANA
Ilustrasi Badak Jawa. Satwa ini menjadi inspirasi maskot Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. SHUTTERSTOCK/SONY HERDIANA 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Piala Dunia U-20  yang diselenggarakan di Indonesia pada 2023 mendatang sudah memiliki maskot resmi. Bahkan sudah diperkenalkan badan sepak bola dunia.

Federasi sepak bola dunia atau FIFA telah memperkenalkan Badak Jawa sebagai maskot resmi Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang.

Nama maskot resminya adalah Bacuya. Badak cula dan cahaya.

Baca juga: Ingin Nonton Piala Dunia Tahun Ini? Berikut Harga Tiket ke Qatar

Maskot Piala Dunia U-20 pada 2023 di Indonesia resmi diperkenalkan oleh federasi sepak bola dunia (FIFA) pada Minggu (18/9/2022).

Dikutip dari Kompas.com, Minggu, maskot yang diberi nama Bacuya itu merupakan Badak Jawa sebagai representasi hewan asli Indonesia.

Adapun Piala Dunia U-20 akan diselenggarakan pada 20 Mei-11 Juni 2023. Bacuya merupakan singkatan dari badak, cula, dan cahaya.

Bacuya diharapkan mampu merepresentasikan semangat dari pemain dan penggemar sepak bola. Lebih jauh, sudahkah kamu mengenal tentang Badak Jawa? Kompas.com merangkum beberapa fakta Badak Jawa yang perlu diketahui.

Baca juga: Perkenalkan Hewan Laut Serupa Kepiting, Pemkab Lamongan Gelar Festival Rajungan 2022

5 Fakta Badak Jawa

1. Terancam punah

Badak Jawa termasuk hewan yang dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon. Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (09/04/2022), Badak Jawa merupalan salah satu spesies badak di Asia yang hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pada 2020 pun tercatat populasinya hanya tersisa sekitar 68-74 ekor saja.

Karena sangat dilindungi, kelahiran Badak Jawa begitu disyukuri, misalnya pada 2021. Dikutip dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Taman Nasional Ujung Kulon berhasil merekam kemunculan dua ekor anak badak pada video pemantauan dan ada pula kelahiran dua ekor anak badak pada Maret 2021.


2. Hobi makan ranting

Meski bertubuh besar dengan berat sekitar 900-2.300 kilogram, ternyata salah satu makanan Badak Jawa adalah ranting pohon. Bentuk bibir atas Badak Jawa agak meruncing ke bawah untuk memudahkannya memakan tumbuhan, seperti daun dan ranting.

Namun, tentu saja ranting tidak jadi satu-satunya makanan Badak Jawa. Dikutip dari Yayasan Badak Indonesia, ketika lapar, Badak Jawa akan memakan tumbuhan-tumbuhan yang ditemuinya.

Kemudian, hewan ini akan pergi berjalan-jalan lagi untuk beberapa saat sambil mencari makanan lainnya. Dalam satu kali perjalanan mencari makan, Badak Jawa bisa memakan beragam jenis makanan. 


3. Pernah ditemukan di beberapa negara di Asia

Meskipun namanya Badak Jawa, tetapi hewan ini juga pernah ditemukan di beberapa negara lain di Asia. Menurut buku Teknik Konservasi Badak Indonesia yang diterbitkan World Wild Fund for Nature (WWF-Indonesia), tercatat Badak Jawa sempat ada di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam Semenanjung Malaysia, Sumatera, hingga, tentu saja, Jawa.

Sempat dianggap hama karena jumlahnya banyak, serta merusak lahan perkebunan dan pertanian, badak di sejumlah negara tersebut pun punah.

Di Pulau Jawa, Badak Jawa sempat menempati beberapa daerah pegunungan, seperti daerah sekitar Gunung Gede, Pangrango, Pegunungan Sanggabuana, Salak, dan Ciremai, bahkan Gunung Slamet Jawa Tengah. Kini, habitat Badak Jawa ada di Taman Nasional Ujung Kulon.

Baca juga: Gulo Puan, Jajanan Khas Palembang yang Semakin Langka

Dikutip dari data Yayasan WWF Indonesia, setelah dilakukan upaya perlindungan ketat, populasinya naik hingga dua kali lipat pada 1967 hingga 1978. Sejak akhir 1970-an, populasinya terpantau stabil, dengan angka maksimal pertumbuhan 1 persen populasi per tahun.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved