Wolobobo Ngada Festival Diawali Camping di Punggung Kawah 1, Promosi Keindahan Alam

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah strategis untuk mempromosikan pariwisata.

KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS
Wolobobo festival itu diawali dengan Wolobobo Culture Camp, pada Kamis (15/9/2022). Kompas.com/Nansianus Taris 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, BAJAWA - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah strategis untuk mempromosikan pariwisata.

Langkah yang ditempuh Pemkab Ngada mempromosikan pariwisata ini dalam rangka memulihkan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk.

Pelaksanaan festival adalah langkah tepat memperkenalkan kebudayaan dan berbagai aspek pariwisata lain.

Baca juga: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Minta Wolobobo Ngada Festival Digelar Rutin Setiap Tahun

Wolobobo Ngada Festival (WNF) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah berlangsung hingga 24 September 2022.

Festival ini diawali dengan Wolobobo Culture Camp di Punggung Kawah 1 Wolobobo, Kamis (15/9/2022).

"Acara Wolobobo Culture Camp yang mayoritas diikuti oleh peserta pramuka ini adalah pemanasan dalam rangkaian Festival Wolobobo," ujar Bupati Ngada, Andreas Paru, saat membuka rangkaian Wolobobo Culture Camp, Kamis sore.

Ia melanjutkan, acara hari itu merupakan simbol kebersamaan sekaligus bentuk promosi untuk Wolobobo sebagai camping ground, yang tidak hanya menawarkan area untuk berkemah tapi juga berbagai daya tarik alam dan budaya.

Acara ini diharapkan bisa mempererat kebersamaan antar pelajar, karena dihadiri oleh 250-300 orang, ditambah komunitas dan pimpinan perangkat daerah.

Baca juga: Seperti Momentum Langka, Orang Berburu Menyaksikan Saat-saat Matahari Terbit di Bukit Wolobobo

Menurut Andreas, hal tersebut menunjukkan bahwa Wolobobo adalah tempat luar biasa. Ia juga yakin ada beberapa orang yang baru pertama kali ke tempat tersebut, di antara ratusan hadirin.

"Inilah maksudnya kegiatan Wolobobo Culture Camp ini agar kita sendiri yang mempromosikan tempat ini dan kita yang nanti memanfaatkan tempat ini untuk bisa menghasilkan sesuatu," ujarnya.

pagi yang cerahh
Keindahan menikmati matahari terbit di bukit Wolobobo, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, NTT, Rabu, (29/6/2022). (DOK/PEMANDU WISATA-BOE BERKELANA) (DOK/PEMANDU WISATA-BOE BERKELANA)

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina, juga hadir dalam kegiatan Wolobobo Culture Camp tersebut.

Ia menuturkan, Festival Wolobobo yang dibalut dalam beberapa rangkaian acara itu merupakan jalan untuk merawat budaya dan alam sekitar, sekaligus bentuk promosi.

"Dalam acara ini juga kita lihat bahwa kegiatan camping budaya ini didominasi para siswa dan siswi yang adalah generasi penerus yang nantinya akan merawat apa yang kita sudah kita jaga hingga hari ini," ujar Shana.

Baca juga: AirAsia dan Jetstar Kemungkinan Layani Penerbangan Internasional Langsung ke Labuan Bajo

Ketua Wolobobo Culture Camp, Wili Ajo menjelaskan, salah satu latar belakang kegiatan ini adalah penetapan Kawasan Wolobobo sebagai Kebun Rakyat Daerah (KRD) Nomor 41 di Indonesia, oleh Pemerintah Kabupaten Ngada pada tahun 2022.

"Dalam rangka mendukung KRD ini, maka setiap tahun kita patut memastikan agar di tempat ini juga terselenggara kegiatan pendidikan dan riset yang melibatkan para pelajar," jelasnya.

Adapun acara Wolobobo Culture Camp diikuti oleh acara lainnya, antara lain Wolobobo Mountain Walk dan Ngada Culture Walk.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wolobobo Culture Camp Jadi Upaya Promosi Wisata Alam di Ngada NTT", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/09/17/090400427/wolobobo-culture-camp-jadi-upaya-promosi-wisata-alam-di-ngada-ntt.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved