PHRI Kota Malang Ancang-ancang Naikkan Harga, Dampak Kenaikan BBM

Kenaikan harga berbagai kebutuhan tidak terelakan pasca naiknya harga bahan bakar minyak atau BBM. Termasuk hotel dan restoran.

SHUTTERSTOCK/AKTURER
Ilustrasi Kampung Warna-warni Jodipan, Malang. SHUTTERSTOCK/AKTURER 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, MALANG - Kenaikan harga berbagai kebutuhan tidak terelakan pasca naiknya harga bahan bakar minyak atau BBM. Termasuk hotel dan restoran.

Di Kota Malang, para pengusaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kota Malang belum membahas rencana kenaikan tarif sewa kamar dan makanan di restoran.

Namun masyarakat dan semua pihak yang sering mengadakan kegiatan di hotel harus memahami jika suatu saat nanti tarif kamar dan makanan pasti naik.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal Dikhawatirkan Akan Mengurangi Animo Masyarakat untuk Berwisata, PHRI Keberatan

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kota Malang sedang ancang-ancang menaikkan harga sewa kamar dan menu di tempat makan.

Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, saat ini dampak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum dirasakan seluruh hotel dan restoran.

Okupansi kamar-kamar hotel rata-rata saat akhir pekan terisi hingga 70 persen.

"Ditambah dengan kegiatan meeting-meeting biasanya dari pemerintahan atau perusahaan-perusahaan, mereka juga sekalian menginap dengan paket-paket harga yang disediakan," kata Agoes kepada Kompas.com, Minggu (18/9/2022).

Baca juga: Nasib Hotel yang tak Ada Kerjasama Karantina Kasus Covid-19, Begini Solusi dari PHRI


Namun, sambung dia, tempat penginapan kelas bawah dan restoran mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM, terutama dalam layanan makanan serta minuman.

"Terutama di food and beverage karena biasanya kenaikan harga BBM dampaknya ke kebutuhan pokok yang ikut naik juga, biaya operasional mereka mulai terlihat bertambah," katanya.

Harga hotel masih belum naik

Agoes mengungkapkan saat ini para manajemen hotel rata-rata belum berani menaikkan harga sewa kamar.

Hal itu karena dikhawatirkan nantinya malah akan berpotensi kehilangan tamu. Saat ini harga sewa kamar pun rata-rata juga masih belum standar seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Misal harga sewa kamar deluxe per malam seharusnya Rp 1,8 juta, tapi masih dijual Rp 1,2 juta karena kami masih melihat situasi dan kondisi persaingan yang ada," katanya.

keramaian di kawasan kayutangan
Suasana kawasan Kayutangan di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/Nugraha Perdana

Lebih lanjut, Agoes menyampaikan bahwa para manajemen hotel dan restoran yang tergabung dengan PHRI Kota Malang belum melakukan pertemuan serius membahas soal dampak kenaikan harga BBM.

Namun, dikatakannya para manajemen berencana melakukan budgeting atau penghitungan biaya operasional ulang. Potensi kenaikkan harga sewa kamar dan menu harga makanan serta minuman diperkirakan mencapai 10 persen.

Para anggota PHRI juga telah menerima harapan dari para pegawai untuk bisa menaikkan upah mereka.

"Kalau menaikkan sekarang belum, khawatirnya kami malah tidak ada tamu. Kalau menetapkan kenaikan harga juga menunggu dan menyesuaikan dengan penetapan UMK dari pemerintah tentunya," katanya.

Perlu diketahui, PHRI Kota Malang memiliki 90 anggota. Di antaranya 82 tempat penginapan dan 8 lainnya merupakan restoran dan lembaga pendidikan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dampak Kenaikan BBM, Harga Hotel dan Menu Restoran di Kota Malang Siap-siap Naik", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/09/18/132043227/dampak-kenaikan-bbm-harga-hotel-dan-menu-restoran-di-kota-malang-siap-siap.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved