Indonesia dan Belanda Teken MoU, Kembangkan Wisata Sejarah Tarik Turis Negeri Kincir Angin

Akhirnya pemerintah Indonesia dan Belanda berhasil mewujudkan suatu kerja sama bidang ekonomi dan pariwisata dalam satu MoU yang diteken di Jakarta.

Dok. UNSPLASH/Visual Karsa
Ilustrasi wisatawan di Kota Tua, Jakarta Barat. Dok. UNSPLASH/Visual Karsa 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Akhirnya pemerintah Indonesia dan Belanda berhasil mewujudkan suatu kerja sama bidang ekonomi dan pariwisata dalam satu MoU yang diteken di Jakarta.

Penandatanganan dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mewakili Pemerintah Indonesia.

Sedangkan pemerintah Kerajaan Belanda, yang diwakili oleh State Secretary for Culture and Media of Netherlands Gunay Uslu, di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Bantu Kurangi Efek Emisi CO2, Bandara Schiphol di Belanda Akan Pangkas 444.000 Penerbangan per Tahun

"Setelah proses yang cukup panjang, hampir empat tahun, akhirnya kita menandatangani MoU antara pemerintah Kerajaan Belanda dengan pemerintah Republik Indonesia dalam sektor ekonomi kreatif," kata Sandiaga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis.

Senada, Uslu juga menyampaikan harapannya agar kerja sama ini bisa mempererat hubungan kedua belah pihak.

"Saya senang ada di sini, penting untuk menandatangani MoU untuk menguatkan relationships dan partnerships yang sudah kita bangun," kata Uslu.

Baca juga: Diduga Ingin Terbang Gratis ke Belanda, Seorang Pria Menyusup ke Roda Pesawat


Diharapkan Menarik Turis Belanda Wisata Sejarah ke Indonesia

belanda - indonesia mou
Menparekraf Sandiaga Uno dan State Secretary for Culture and Media of Nederlands Gunay Uslu menandatangani MoU kerja sama antar Indonesia dan Belanda di sektor ekonomi kreatif di Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022). (Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

MoU (Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman) ini berisi pola kerja sama antar Indonesia-Belanda dari 17 sub-sektor ekonomi kreatif.

Sandiaga menambahkan, ia juga ingin lebih banyak wisatawan mancanegara asal Belanda berwisata ke Tanah Air.

"Kita juga ingin lebih banyak kunjungan wisatawan dari Belanda untuk pariwisata berbasis heritage atau sejarah ke Indonesia," tutur Sandiaga.

Di sisi lain, Kemenparekraf bersama perwakilan Belanda juga sudah membicarakan potensi tindak lanjut kolaborasi di sejumlah bidang, termasuk film, gim, kuliner, dan teknologi.

"Kami akan menindaklanjutinya dengan menghadirkan satu working group (kelompok kerja) yang fokus pada tiga sub-sektor yang sudah kita pilih, yaitu film, games, dan satu lagi akan ditentukan," kata dia.

Dirinya tertarik mengembangkan kerja sama untuk industri perfilman, pasalnya sebuah film dinilai efektif dalam menciptakan ratusan lapangan kerja baru.

Baca juga: Sebelumnya Presiden Timor Leste, Kini Delegasi G20 Belanda Bart Van Horck Puji Keindahan Labuan Bajo

"Saya tertarik dengan film karena film ini menciptakan banyak sekali lapangan kerja. Sebuah film bisa membuka 100 sampai 300 lowongan kerja, dari cameraman, sound engineering, aktor, produser, dan masih banyak lagi," terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga berencana mengundang beberapa DJ serta event organizer (penyelenggara acara atau EO) dari Belanda ke Indonesia, guna memberikan pelatihan dan pendampingan kepada event organizer Indonesia.

"Tadi sempat bicara mengenai DJ, akan ada beberapa DJ yang akan diundang ke Indonesia untuk memberikan suatu pelatihan pendampingan kepada EO yang ada di sini untuk penyelenggaraan event-event ke depan," tutup Menparekraf.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kerja Sama Indonesia-Belanda Diharapkan Bisa Majukan Wisata Sejarah", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/09/15/134622827/kerja-sama-indonesia-belanda-diharapkan-bisa-majukan-wisata-sejarah?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved