Icon Rawa Pening Roboh Diterjang Badai, Menara Eiffel Tiruan Menimpa Rumah Warga

Salah satu icon di lokasi wisata Danau Rawa Pening di Desa Wisata Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, roboh diterjang hujan badai.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
Replika Menara Eiffel dari Bambu di Radesa Wisata, Tuntang, Kabupaten Semarang. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Salah satu icon di lokasi wisata Danau Rawa Pening di Desa Wisata Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, roboh diterjang hujan badai.

Menara Eiffel tiruan yang terbuat dari bambu setinggi 38 meter itu, roboh dan menimpa dan merusak beberapa rumah warga di sekitar lokasi itu.

Robohnya Menara Eiffel tiruan ini, membuat para pelanggan atau pengunjung merasa kehilangan beberapa sarana hiburan.

Baca juga: Penambahan Antena di Menara Eiffel Membuat Landmark Prancis Ini Bertambah Tinggi 6 Meter

Menara Eiffel tiruan di Danau Rawa Pening roboh. Peristiwa yang menimpa bangunan ikonik di Kecamatan Tuntang, Semarang, Jawa Tengah ini pada awalnya diketahui dari video yang beredar di media sosial Instagram.

Menurut informasi yang Kompas.com terima, peristiwa ini terjadi akibat hujan badai yang juga turut merusak sejumlah rumah warga Desa Tuntang.

"Dua hari yang lalu dengar kabar kalau rubuh diterjang badai, bersama rumah warga juga. Gazebo semua ambruk dan miniatur menara juga roboh akibat badai," kata Fasilitator pendampingan Desa Wisata Tuntang, Didik Setiawan saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (15/09/2022).


Tutup sejak Mei 2022 akibat pandemi

Didik menjelaskan, sebenarnya desa ini sudah tidak lagi beroperasi sebagai desa wisata sejak 6 Mei lalu demi alasan keamanan, setelah dua tahun pandemi Covid -19.

"Sempat pasca-pandemi kami percobaan buka setelah direhab (diperbaiki), tapi karena mengkhawatirkan, kami putuskan untuk tutup," tuturnya.

Sebelum pandemi, rencananya objek wisata di sekitar Rawa Pening baru akan direnovasi total menggunakan bahan kayu yang lebih solid dibandingkan bambu yang dipakai saat ini.

Sebab, antusiasme pengunjung ternyata cukup besar. Namun, belum sempat renovasi total dilakukan, pandemi sudah menerpa.

Baca juga: Fakta Unik Landmark KW di Tiongkok, Mulai dari Menara Eiffel Sampai Tower Bridge

"Sebenarnya baru mau pembahasan untuk renov total dengan bahan kayu solid, karena dulu baru replika buat mengetahui apakah menarik pengunjung atau tidak, ternyata antusias luar biasa tapi apa daya pandemi menerpa," kata Didik.

Adapun pembukaan kembali desa dan obyek wisata baru akan dilakukan setelah pihaknya mendapat rekomendasi dari sejumlah pemangku kepentingan, seperti perusahaan CSR, ahli bambu, Bumdes hingga para relawan setempat.

Baca juga: Ada Replika Menara Eiffel di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

Menara Eiffel dengan latar keindahan Rawa Pening

Obyek wisata ini sebelumnya sempat ramai dikunjungi. Dikutip dari Kompas.com (08/08/2020), Menara Eiffel yang dibuat dari bambu setinggi lebih-kurang 38 meter, dengan lebar 12,5 meter itu tampak mirip dengan landmark aslinya di Paris, Perancis.

Pengunjung yang datang bisa mengabadikan gambar di sana dengan latar keindahan Rawa Pening serta barisan pegunungan di belakangnya.

Setidaknya, ada dua gunung yang berdiri di belakang menara tersebut, yakni Gunung Telomoyo dan Merbabu.

Selain berfoto, pengunjung juga bisa melakukan sejumlah aktivitas lain, seperti naik bebek raksasa dan keliling Rawa Pening naik perahu. Sayangnya, kini keindahan itu tak lagi bisa dinikmati setelah menara tersebut roboh.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menara Eiffel di Rawa Pening Roboh Diterjang Badai", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/09/15/183400127/menara-eiffel-di-rawa-pening-roboh-diterjang-badai?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved