Shana Fatina Ingin Produk Pariwisata di Hotel-Kapal, Konten Lokal Labuan Bajo, Seperti Sayur & Ikan

Produk-produk pariwisata di hotel dan kapal-kapal di Labuan Bajo, sebagian besar dipasok dari luar. Tak hanya produk UMKM tapi juga sayur dan ikan

Dok. Kementerian PUPR
Pemandangan kawasan Marina di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Dok. Kementerian PUPR 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, LABUAN BAJO - Produk-produk pariwisata di hotel dan kapal-kapal di Labuan Bajo, sebagian besar dipasok dari luar. Tak hanya produk UMKM tapi juga sayur dan ikan.

Selama ini rantai pasokan ke Labuan Bajo sebagian besar atau 85 persen datang dari luar daerah.

Hal itu terungkap saat temu bisnis penguatan rantai pasokan industri pariwisata yang digelar Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Industri dan Investasi Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Labuan Bajo, pada Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Sudah Diingatkan, Wisatawan Ini Tetap Terbangkan Drone di Pulau Kalong Labuan Bajo, Ini Alasannya

Kegiatan tersebut digelar di kawasan obyek wisata Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Labuan Bajo.

Dalam kegiatan temu bisnis itu, juga diadakan pameran produk kerajinan dari 70 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari beberapa kabupaten di Pulau Flores.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina menjelaskan, selama ini 85 persen rantai pasok di hotel dan restoran di Labuan Bajo datang dari luar.

"Dengan temu bisnis ini, kita sedang mendorong, bagaimana agar seluruh produk yang digunakan dan ditampilkan dalam industri pariwisata, dalam ekspirit wisatawan yang ada di hotel dan kapal, kalau bisa semuanya adalah konten lokal," kata dia di Batu Cermin, Jumat.

Ia melanjutkan, konten lokal itu tidak hanya produk UMKM untuk wisatawan, tetapi juga untuk produk-produk, seperti sayur dan ikan.

Baca juga: Isu Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo dan Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Turis ke Labuan Bajo Menurun


Perkuat Rantai Pasokan Lokal

Pihaknya sebagai perpanjangan tangan Kemenparekraf di Labuan Bako akan memperkuat rantai pasok sayur dan buah dari masyarakat Manggarai Barat dan sekitarnya.

Hal itu agar sektor pariwisata Labuan Bajo benar-benar memilih pasarnya dari sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan sebagai kekuatan Manggarai Barat dan sekitarnya.

UMKM di Manggarai Barat pun terus ditata agar bisa tumbuh lebih cepat untuk bisa memiliki pasar yang jelas karena produk-produk dari UMKM yang tidak hanya sekedar wacana, akan tetapi dihadirkan langsung.

Baca juga: AirAsia dan Jetstar Kemungkinan Layani Penerbangan Internasional Langsung ke Labuan Bajo

Shana melanjutkan, yang terbaru adalah kementrian diwajibkan presiden agar berbelanja melalui e-katalog.

E-katalog itu juga bisa diakses para pelaku UMKM di Labuan Bajo, sehingga memungkinkan masyarakat seluruh Indonesia memesan produk dari Labuan

"Jadi, fokus teman-teman UMKM kualitas dan kuantitas produknya, karena kalau ordernya besar pasti ngga mungkin cuman satu atau dua, atau dua ratus tiga ratus gitu, tapi minimal 3000," katannya.

Ia berharap UMKM yang ada di Labuan Bajo bisa masuk dan memanfaatkan pasar yang lebih luas.

Dia juga menyakini, produk-produk Labuan Bajo akan menjadi duta pariwisata ketika nanti diterima di pasar masing-masing.

"Ketika nanti sudah dia diterima di pasarnya masing-masing, orang akan penasaran dari mana sih asal prodak yang mereka gunakan. Disitulah orang akan tertarik datang ke Labuan Bajo," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "85 Persen Rantai Pasok di Labuan Bajo Ternyata Masih dari Luar Daerah", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/09/09/160400527/85-persen-rantai-pasok-di-labuan-bajo-ternyata-masih-dari-luar-daerah?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved