Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Pariwisata di Gunungkidul Akan Terlihat pada Akhir Pekan

Dunia pariwisata di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu sektor yang berpotensi terdampak kenaikan harga BBM

bangoland
Mercusuar Pantai Baron, Gunungkidul  bangoland 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, YOGYAKARTA - Dunia pariwisata di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu sektor yang berpotensi terdampak kenaikan harga BBM.

Apalagi sebagian besar wisatawan datang menggunakan moda transportasi darat, sehingga pasti akan terdampak kenaikan harga BMM, berlanjut pada jumlah kunjungan.

Namun hingga kini dampaknya belum terlihat, mungkin akan terlihat jelas pada akhir pekan nanti.

Baca juga: BBM Naik, Pengusaha Sektor Pariwisata Gunungkidul Dilema, Naikkan Tarif atau Bertahan, Ini Risikonya

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diprediksi memengaruhi kunjungan wisatawan ke Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"(kenaikan harga BBM) Tentu akan memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Gunungkidul," kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat (9/9/2022).

Ia melanjutkan, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul menggunakan moda transportasi darat, sehingga dapat terdampak oleh naiknya harga BBM.

Meski demikian, sejauh ini dampak penurunan tersebut belum terlihat. "Mungkin baru akan terlihat (penurunan) saat akhir pekan," kata Arif.

Baca juga: Banyak Wisatawan dari Jatim dan Jateng, Tiket Pesawat Mahal tak Pengaruhi Kunjungan ke Gunungkidul


Pihaknya, lanjut Arif, terus melakukan sosialiasi ke warga bahwa tarif retribusi tidak naik.

Saat ini pihaknya juga tengah melakukan evaluasi terkait bagaimana dampak kenaikan harga BBM subsidi terhadap angka kunjungan wisatawan di Gunungkidul.

Harga BBM yang naik memengaruhi pelaku pariwisata yang belum stabil

Wisata Heha Ocean View di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI
Wisata Heha Ocean View di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI (KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI)

Sebelumnya, harga BBM yang naik juga dikhawatirkan akan berdampak terhadap berbagai sisi dari sektor pariwisata.

"Dapat kabar dari beberapa biro wisata, jika ada perubahan harga pada tiket angkutan darat," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto, saat dihubungi wartawan, Minggu (4/9/2022).

Ia menambahkan bahwa situasi ini cukup sulit bagi para pelaku wisata, yang sudah dua tahun terdampak pandemi dan belum stabil.

Kini mereka menghadapi efek domino kenaikan harga BBM bersubisidi pada transportasi atau biaya perjalanan hingga paket wisata.

Baca juga: Sandiaga Sebut Gunungkidul Punya Kombinasi Wisata Gunung dan Laut, Cocok untuk Sport Tourism


Selain itu, tarif penginapan dan harga menu makanan di restoran juga berpotensi terkena imbasnya.

"Agak sulit untuk menaikkan tarif hingga harga menu, mengingat daya beli masyarakat juga belum stabil," kata Sunyoto.

Ia pun menyayangkan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Namun, di sisi lain, dirinya memahami alasan di balik keputusan tersebut.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenaikan Harga BBM Diprediksi Pengaruhi Kunjungan ke Gunungkidul", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/09/09/190400727/kenaikan-harga-bbm-diprediksi-pengaruhi-kunjungan-ke-gunungkidul.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved