Tak Terhindarkan, Kenaikan Tarif Angkutan Bus Terpaksa Diterima, Imbas Harga BBM Naik

Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM berdampak pada sebagian besar sektor, terlebih sektor yang terkait langsung dengan BBM.

Kompas.com
Bus Patas, Akas Mila Sejahtera. Kompas.com 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM berdampak pada sebagian besar sektor, terlebih sektor yang terkait langsung dengan BBM.

Seperti angkutan atau transportasi, moda transportasi darat dan laut menggunakan BBM, sehingga mau tidak mau harus menaikkan tarifnya.

Paling nyata pada angkutan bus. Harga tiket bahkan sudah naik, 25-35 persen.

Baca juga: BBM Naik, Pengusaha Sektor Pariwisata Gunungkidul Dilema, Naikkan Tarif atau Bertahan, Ini Risikonya

Harga tiket bus dari dan ke Yogyakarta ikut terdampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku sejak Sabtu (3/9/2022).

Situasi ini rupanya juga berdampak pada minat pelanggan yang menurun akibat kenaikan harga tiket bus.

Salah satunya terjadi pada bus Mila Sejahtera yang melayani rute perjalanan dari Banyuwangi menuju Yogyakarta, dan sebaliknya.

"Jelas berdampak, penumpang cukup kaget dengan kenaikan harga yang lumayan signifikan. Imbasnya tidak sedikit penumpang yang meng-cancel (membatalkan) pemesanan," kata Amos, Pengurus Bus Mila Sejahtera di Terminal Tirtonadi Surakarta pada Kompas.com, Senin (05/09/2022).

Tarif bus Mila rute Banyuwangi langsung menuju Yogyakarta dan sebaliknya, misalnya, dikenakan tarif sebesar Rp 200.000 untuk kelas ekonomi. Sebelumnya, harga tiket untuk rute tersebut Rp 160.000 atau terjadi kenaikan Rp 40.000.

Baca juga: Mematikan AC Mobil Saat BBM Menipis, Apakah Ada Pengaruhnya?


Sama halnya dengan bus Akas Mila, kenaikan tarif bus Yogyakarta juga terjadi pada Bus Sumber Group milik PT Sugeng Rahayu.

Pada rute Yogyakarta-Surabaya kelas eksekutif, misalnya, semula dikenakan tarif Rp 120.000, kini menjadi Rp 155.000 atau naik Rp 35.000.

"Tarif naik, Surabaya-Yogyakarta tadinya, 120 (ribu), naik jadi 155 (ribu). Naiknya karena (harga) BBM naik", ujar Kondektur Bus Sumber Group, Nurdian, pada Kompas.com, Rabu (7/9/2022).

buruh menolak naiknya harga bbm
Massa dari elemen buruh melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/9/2022). Mereka memasang spanduk berukuran besar hingga menutupi gerbang masuk utama kompleks parlemen untuk menolak kenaikan harga BBM. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)


Tarif Bus Naik 25-35 Persen

Mayoritas bus yang beroperasi di Indonesia menggunakan mesin diesel dengan bahan bakar solar. Untuk itu, kenaikan harga BBM juga berdampak pada tarif bus, baik jarak pendek maupun panjang.

Dikutip dari Kompas.com (4/9/2022), Ketua DPP Organda (Organisasi Angkutan Darat Indonesia), Kurnia Lesani Adnan mengatakan, besaran kenaikan tergantung daerah dan jarak operasional bus. Namun, kisaran kenaikannya adalah 25-35 persen.

“Penyesuaian tarif yang akan kami lakukan kisaran 25 persen sampai 35 persen, lihat daerah dan jarak operasionalnya,” ucap Kurnia.

Kenaikan tarif bus menurutnya tak terhindarkan, mengingat BBM adalah salah satu komponen terbesar dari biaya operasional bus.

 

Rincian Kenaikan Harga BBM

Presiden Joko Widodo mengumumkan langsung rincian kenaikan harga BBM melalui jumpa pers di Istana Merdeka, Sabtu (3/9/2022).

Kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax resmi naik sejak Sabtu pukul 14.30 WIB.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved