Dampak Kenaikan Harga BBM, Tarif Kapal Pelni Belum Naik

Harga bahan bakar minyak atau BBM sudah naik beberapa hari lalu. Hampir semua sektor usaha kena dampak. Banyak sektor sudah membuat penyesuaian harga

Adlu Raharusun /Humas Pelni
Armada Kapal Pelni yang disediakan untuk pelayanan mudik masyarakat Indonesia Timur (Adlu Raharusun /Humas Pelni) 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Harga bahan bakar minyak atau BBM sudah naik beberapa hari lalu. Hampir semua sektor usaha kena dampak. Banyak sektor sudah membuat penyesuaian harga.

Sejumlah sektor mengaku dilema. Menaikkan tarif atau bertahan dengan tarif yang ada. Semua punya risiko.

Sektor produksi, transportasi atau angkutan darat, laut maupun udara, warung makan, restoran dan sebagainya.

Baca juga: Cara Beli Tiket Kapal Pelni Secara Online Serta Syarat Naik Kapal di Wilayah PPKM Level 1-4

Kapal Pelni sebagai angkutan publik yang melayani jutaan warga termasuk paling ditunggu, apakah ada penyesuaian harga? Barapa persen naiknya?

Pihak Pelni memastikan bahwa kapal milik pemerintah ini belum menaikkan harga tiket. Masih menunggu keputusan pemerintah dan DPR.

Harga BBM jenis Pertalite naik menjadi Rp 10.000, Solar Rp 6.800, dan Pertamax mencapai Rp 14.500 per liternya.

Kapal Nggapulu milik Pelni meninggalkan Pelabuhan Banda Neira, (21/11/2016).
Kapal Nggapulu milik Pelni meninggalkan Pelabuhan Banda Neira, (21/11/2016). (SHUTTERSTOCK/MICHAL HLAVICA)

"Untuk tiket kapal Pelni hingga saat ini belum terdampak kenaikkan harga BBM, sehingga dalam waktu dekat kami belum berencana mengajukan kenaikkan harga tiket ke pemerintah," ujar Manager Komunikasi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Ditto Pappilanda kepada Kompas.com, Senin (5/9/2022).

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah terkait kebijakan naiknya tarif tiket kapal. "Untuk sementara kami wait and see (tunggu dan lihat) dulu, dan tetap fokus pada layanan penumpang," sambungnya.

Baca juga: Banyak Penumpang Beralih ke Kapal Pelni, Fasilitas Membaik dan Harga Tiket Pesawat Melonjak


Senada, Kepala PT Pelni Cabang Baubau Juni Samsuddin Sitorus, menyampaikan bahwa belum adanya kenaikan tarif tiket disebabkan karena Pelni sebagai perusahaan pelayaran yang ditugaskan pemerintah, sehingga penyesuaian tarif tersebut masih menunggu.

"Untuk saat ini, sesuai imbauan dari kantor pusat belum ada kenaikan ataupun hubungannya dengan tiket kapal-kapal kami. Jadi kami masih menunggu karena nanti hubungannya dengan Komisi V DPR RI," katanya, Senin (5/9/2022).

Kalaupun nanti ada kenaikan, ia menambahkan bahwa tentunya akan ada regulasi dari pemerintah mengenai tarif tiket Pelni.

"Jadi sifatnya menunggu, istilahnya tarif tiket sampai saat ini belum ada perubahan atau masih sama dengan yang lama," ujar mantan Kacab Pelni Merauke ini.

Baca juga: Selain Pesawat Garuda Indonesia, Kapal Pelni Juga Masih Beroperasi, Layani Rute Tertentu

Dia mengingatkan kepada calon pengguna jasa kapal Pelni, untuk melaksanakan vaksin tahap tiga sehingga bebas dalam melakukan perjalanan.

"Vaksin booster itu diharapkan supaya tidak ada lagi kendala-kendala ataupun tambahan persyaratan lainnya ketika melaksanakan perjalanan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak pada bidang transportasi laut sejak tahun 1952 dikutip dari laman resminya.

Hingga saat ini, Pelni telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang, menyinggahi 76 pelabuhan, serta melayani 1.058 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP, dengan total kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas.

Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini Pelni mengoperasikan 9 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga BBM Naik, Tarif Kapal Pelni Ikut Naik?", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/09/05/180600527/harga-bbm-naik-tarif-kapal-pelni-ikut-naik-?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved