Sewa Kapal Phinisi Rp 25 Juta per Hari, Jelajah Gugusan Pulau di Alor NTT, Sensasi Bermalam di Laut

Gugusan pulau-pulau kecil di tengah laut tampak indah. Hal ini mengundang penasaran wisatawan untuk mencari tahu, apa sesungguhnya yang ada di sana

Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong
Lembayung senja di langit Alor, NTT  (Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong) 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Gugusan pulau-pulau kecil di tengah laut tampak indah. Hal ini mengundang penasaran wisatawan untuk mencari tahu, apa sesungguhnya yang ada di sana.

Gugusan pulau kecil itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Berapapun biaya yang harus dikeluarkan bukan masalah, yang penting rasa penasarannya terobati.

Baca juga: Pemkab Alor Nusa Tenggara Timur Bakal Kelola 3 Situs Ekowisata di Desa Marisa di Pulau Kangge

Kepulauan Alor di Nusa Tenggara Timur (NTT) punya gugusan pulau indah yang tak ada habisnya untuk dikunjungi.

Ada beberapa cara untuk menikmati pesona "Bumi Kenari" ini, salah satunya tentu dengan berlayar dari satu pulau ke pulau lain.

"Di Kepulauan Alor, ada 11 pulau kosong dan sembilan pulau berpenghuni. Dari sekitar 170 desa, 60 di antaranya beririsan dengan laut," terang Mika dari Mala Tour sekaligus pemandu tur hari itu, Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Ditolak di Alor dan Lembata, Kapal Pesiar asal Australia Diterima di Ende

Itulah mengapa, jika kamu punya anggaran cukup dan kebetulan sedang bepergian bersama rekan atau keluarga, kapal menjadi opsi yang tepat untuk menghantarmu menjelajah gugusan pulau di Alor.

Kapal phinisi LOB Lucia, kapal jenis phinisi LOB (live on board) bertingkat dua ini menjadi transportasi sekaligus tempat menginap Kompas.com bersama rombongan tur selama dua hari satu malam, 25-27 Agustus 2022.

kapal lucia sandar
Kapal Lucia di laut Alor, NTT Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong

Terdiri atas empat kamar tidur, dua kamar mandi, sebuah dapur, dan dua ruang terbuka, kapal ini bisa menampung hingga 20 orang tamu.

Sebelum memasuki kapal, tamu akan diberitahu sejumlah aturan, termasuk larangan membuang sampah ke laut, ketentuan mengenakan sandal khusus yang telah disediakan, hingga ketentuan dasar lainnya terkait kebersihan kapal.

 

lagi rapat
Bagian depan kapal Lucia saat berada di perairan Alor, NTT.  (DOKUMENTASI PRIBADI PASCAL ART)

Perjalanan pun dimulai pada Kamis siang dari Pelabuhan Kalabahi, tempat kapal bersandar. Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah birunya laut yang tenang, dengan beberapa pulau terlewati. Ombak di sepanjang Teluk Mutiara pun cukup bersahabat.

Tujuan rombongan adalah Pulau Kangge, saat itu.

Butuh perjalanan sekitar lima sampai enam jam agar rombongan sampai di Pulau Kangge, pulau kecil yang hanya punya satu desa bernama Desa Marisa.

Arus yang tadinya tenang, perlahan mulai bergelombang. Kata Mikha, ini normal sebab adanya pertemuan arus laut dari Teluk Mutiara dan Tanjung Muna, ketika kapal akan memasuki Teluk Boluwai.


Tips dan Harga Naik Kapal Phinisi di Alor

Sedikit tips, kenakanlah pakaian yang nyaman dan jaket guna menghalau angin yang kian terasa kencang. Guncangan ombak mungkin bisa memicu rasa mual.

Karena itu, ada baiknya untuk sedia obat pencegah mual dan pusing saat perjalanan.

Bila merasa kurang enak badan, segeralah minta air hangat ke petugas dapur atau minum produk herbal instan lainnya.

Menjelang sore hari, kamu bisa melihat matahari yang perlahan terbenam, dengan semburat lembayung senja di langit.

Halaman selanjutnya

 

nikmati sarapan pagi ...</a></p></div><div class=
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved