Susul Nglanggeran, Desa Wisata Tepus Gunungkidul Diharapkan Naik Jadi Kelas Dunia

Kabupaten Gunungkidul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kekayaan alam yang menjadi objek wisata yang 'lengkap' baik di darat, laut maupu

HO/BARRY KUSUMA
Pantai Pulang Sawal terletak di kawasan pantai Sundak, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. HO/BARRY KUSUMA 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, YOGYAKARTA - Kabupaten Gunungkidul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kekayaan alam yang menjadi objek wisata yang 'lengkap' baik di darat, laut maupun budayanya.

Beberapa desa di Kabupaten Gunungkidul bahkan berstatus desa wisata kelas dunia. Sebut saja desa Nglanggeran.

Kini menyusul Desa Wisata Tepus masuk daftar 50 desa wisata terbaik berdasarkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Baca juga: 4 Desa Wisata Terbaik Mengantarkan Jawa Timur Menjadi Penyumbang Terbanyak ADWI 2022

Bertempat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Desa Wisata Tepus resmi masuk daftar 50 desa wisata terbaik versi ADWI 2022.

Desa ini diharapkan jadi desa wisata kelas dunia.

"Di balik keindahan alam, budayanya, jadi ini konsep paket komplit nature (alam) and culture (budaya) dan ada produk ekonomi kreatif unggulan. Juga sudah terbangun ekosistem dari segi homestay," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat ditemui kawasan Pantai Pulang Sawal, Tepus, Rabu (31/8/2022).

Ia melanjutkan bahwa Tepus memiliki fasilitas yang lengkap, ditambah dengan berbagai produk ekonomi kreatif (ekraf) buatan masyarakat setempat.

Baca juga: Labuan Bajo Terus Mempercantik Diri, Andalkan Desa Wisata hingga Pulau Rinca untuk Gaet Banyak Turis

Adapun desa wisata dinilai bisa menjadi pendongkrak kesejahteraan masyarakat di Gunungkidul.

Salah satunya dengan menyediakan peluang lapangan kerja yang lebih luas. Secara nasional diharapkan desa wisata dan pelaku usaha bisa membuka lapangan pekerjaan.

"Jadi saya lihat 1,1 juta lapangan kerja ini sangat potensial jika dibangun di daerah wisata dan juga memperkuat UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Bupati Gunungkidul tadi juga cerita ingin mengembangkan pertanian, peternakan dan UMKM," ujarnya.

"Pagi tadi sudah sepakat kalau UMKM yang ada di tempat wisata dan sentra ekraf dibantu, ditingkatkan dengan kurasi dan pelatihan hingga pemasarannya," imbuhnya.

Ia berharap bantuan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta prestasi yang diraih oleh desa wisata ini bisa lebih meningkat ke depannya, sehingga menjadi desa wisata kelas dunia dengan keunikan dan keistimewaannya.

Baca juga: Ada Candi Kembar di Desa Wisata Bugisan Jateng, Apa Makna dan Siapa yang Membangun? Berikut Kisahnya

"Tepus bisa menyusul Nglanggeran dari Gunungkidul yang sebelumnya sudah menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik di Dunia," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap predikat sebagai bagian dari 50 desa wisata terbaik bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Kalurahan Tepus.

"Kunjungan ini semoga memberi dampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Gunungkidul," kata dia.

Dalam kesempatan kunjungan hari ini, Sandiaga juga melihat patung dirinya duduk di kursi panjang. "Itu baru konsepnya. Sedang dibuat dan nantinya akan diletakkan di Desa Wisata Tepus," kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul M. Arif Aldian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Desa Wisata Tepus Gunungkidul Diharapkan Jadi Desa Wisata Kelas Dunia", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/31/181121827/desa-wisata-tepus-gunungkidul-diharapkan-jadi-desa-wisata-kelas-dunia.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved