Ingin Melihat Mawar, Dugong Jantan Langka di Perairan Teluk Kabola atau Selat Pantar? Ini Panduannya

Perairan Kabupaten Alor Pantar di Nusa Tenggara Timur menyimpan kekayaan alam yang belum terpantau atau terekspose ke dunia luar.

DOK PRIBADI FAHRI ABAS
Mawar, dugong jantan penghuni Teluk Kabola di kawasan SAP Selat Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur. (DOK PRIBADI FAHRI ABAS) 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Perairan Kabupaten Alor Pantar di Nusa Tenggara Timur menyimpan kekayaan alam yang belum terpantau atau terekspose ke dunia luar.

Ada pantai nan indah, terumbu karang dan hewan-hewan langka seperti Dugong.

Dugong ini adalah hewan langka yang mendiami perairan Teluk Kabola atau Selat Pantar di Kabupaten Alor

Baca juga: Komitmen Gubernur DI Yogyakarta, Pantai di Selatan DIY Tidak Boleh Privat, Harus Terbuka untuk Umum

Kehadiran Mawar, dugong jantan penghuni Teluk Kabola di kawasan SAP (Suaka Alam Perairan) Selat Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur menjadi daya tarik alam bawah laut yang kian memesona.

Mawar bisa dikunjungi oleh wisatawan menggunakan perahu nelayan yang terparkir di tepi pantai.

Sebelum itu, agaknya penting untuk mengetahui sejumlah panduan berikut ini supaya perjalanan lancar melihat Mawar di habitatnya berjalan lancar.

Baca juga: 77 Bendera Merah Putih Berkibar di Pantai Dermaga Borong Manggarai Timur

Panduan wisata melihat dugong di Teluk Kabola

Berikut ini adalah panduan wisata melihat dugung di Teluk Kabola di kawasan SAP Selat Pantar, Alor, NTT:


1. Akses dan transportasi

Untuk mencapai kawasan Pantai Mali, wisatawan bisa menyewa mobil dengan harga mulai dari Rp 500.000 per hari atau bernegosiasi harga dengan pengendara ojek di bandara.

Jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer saja dari Bandara Mali, Alor, NTT.

Sesampainya di Pantai Mali, wisatawan bisa bertanya langsung dengan nelayan lokal, agar diantarkan ke lokasi dugong berada.

Wisatawan yang ingin bertemu dengan mawar bisa membayar biaya kontribusi, sesuai dengan peraturan yang disepakati pihak pengelola dengan pemda setempat.

Masyarakat lokal Alor dikenakan tarif Rp 100.000 per orang. Sementara masyarakat dari luar Alor Rp 150.000 per orang dan wisatawan asing sebesar Rp 200.000 per orang.

Satu kapal bisa diisi lima sampai tujuh orang tamu, dengan dua orang nelayan yang akan memanggil Mawar sesampainya di tengah laut nanti.


2. Larangan saat melihat dugong

Ada sejumlah larangan yang harus dipatuhi wisatawan saat melihat Mawar, sebagai berikut:


Jangan menyentuh dugong

Meski dulu wisatawan diperbolehkan menyentuh Mawar, saat ini aturan tersebut sudah dicabut. "Jangan menyentuh Dugong, tidak boleh. Nanti dugong bisa menarik badan kita ke laut," kata perintis konservasi sekaligus mitra WWF Indonesia di Alor, One Simuslaa kepada Kompas.com, Sabtu (27/8/2022).

Foto Jangan menyentuh dugong sebab dugong bisa tiba-tiba menarik tangan wisatawan ke laut.(Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved