Kejar Target PAD Tahun Ini, Pemkab Bantul Yogyakarta Berencana Naikkan Tarif Retribusi Objek Wisata

Salah satu cara yang ditempuh Pemkab Bantul adalah dengan menaikkan tarif retribusi sejumlah objek wisata populer di daerah itu.

Ilustrasi Pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta
Ilustrasi Pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta. Pantai Parangtritis masih jadi tujuan utama wisatawan saat pelesir ke Bantul. (Ilustrasi Pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta) 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, YOGYAKARTA - Untuk mengejar target yang belum tercapai, Pemkab Bantul menempuh cara tertentu untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.

Salah satu cara yang ditempuh Pemkab Bantul adalah dengan menaikkan tarif retribusi sejumlah objek wisata populer di daerah itu.

Tarif retribusi di sejumlah objek wisata harus dinaikkan, hanya Rp 5.000 per orang, dianggap tidak memberatkan pengunjung.

Baca juga: Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Jual Wisata Sejarah Kerajaan Mataram

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merencanakan kenaikan tarif retribusi di objek wisata sebesar Rp 5.000 pada tahun ini.

"Kenaikan retribusi salah satu fungsinya untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan menyesuaikan biaya operasional yang kita butuhkan," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih kepada wartawan di Bantul, Selasa (30/8/2022).

Halim mencontohkan, tarif retribusi di kawasan Parangtritis sebesar Rp 10.000 per orang dan sudah sejak puluhan tahun tidak ada kenaikan, padahal operasional mengalami peningkatan.

"Kalau Rp 10.000 ini belum maksimal dan operasional kita kedodoran terus, ya apa boleh buat harus naik," kata Halim.

Dia melanjutkan, kenaikan ini, berdasarkan hasil kajian, tidak memengaruhi kunjungan wisata ke Bantul, khususnya kawasan Pantai Parangtritis.

Baca juga: Pemkab Bantul Kembali Gelar Festival Layangan dan Lomba Lari, Tingkatkan Kunjungan Wisata


"Ini kan sedang dikaji, sebagian mengatakan tidak karena kenaikan Rp 5.000 tidak akan menghentikan minat orang datang ke Parangtritis. Artinya kenaikannya masih wajar kecuali naik jadi Rp 30.000, pasti akan berpengaruh," tuturnya.

Kemungkinan kenaikan tarif ini akan terjadi pada tahun ini, dan diharapkan mampu mendongkrak PAD, serta akan kembali ke rakyat untuk pembangunan.

"Rencananya memang tahun ini. Mungkin akan kita ambil keputusan beberapa hari ke depan ini," kata Halim.

dokar di parangtritis
Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Naufal Image/Shutterstock

Baca juga: Geliat Pariwisata Bantul Yogyakarta Mulai Terlihat, Gelar 2 Acara Budaya, Jumat dan Sabtu Ini

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis mengatakan, keputusan kenaikan ini sudah menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, dan seharusnya Dinas Pariwisata mengajukan draf ke Bupati.

Nantinya, akan dituangkan menjadi Peraturan Bupati.

"Kenaikan retribusi kan sudah jadi keputusan Pemkab Bantul, tapi sampai saat ini kok belum ditindaklanjuti. Jadi kan ada inkonsistensi dari keputusan," kata Wildan.

"Butuh PAD yang besar karena target tahun ini Rp 32 miliar. Kemarin disampaikan Kepala Dinas (Pariwisata) baru Rp 19 miliar sekian. Sehingga kan kurang Rp 13 miliar. Nah, apa mungkin bisa tercapai kalau tidak ada kenaikan retribusi itu," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bantul Berencana Naikkan Tarif Retribusi Obyek Wisata Tahun Ini", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/30/190800627/bantul-berencana-naikkan-tarif-retribusi-obyek-wisata-tahun-ini.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved