Anda Terburu-buru di Bandara? Yuk Gunakan Travelator

Jika Anda sering bepergian dengan pesawat terbang, anda pasti sering melihat alat yang bergerak seperti eskalator.

Unsplash/@starocker
Ilustrasi travelator di bandara. Unsplash/@starocker 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Jika Anda sering bepergian dengan pesawat terbang, anda pasti sering melihat alat yang bergerak seperti eskalator.

Bedanya alat ini bergerak mendatar, tidak naik atau turun. Alat ini bernama travelator atau moving walkway.

Ada yang bergerak cepat bagi mereka yang terburu-buru mengejar keberangkatan. Ada juga jalur lambat bagi mereka atau penumpang yang ingin santai

Baca juga: Bandara Juanda Surabaya Layani Penumpang Terbanyak, Disusul Makassar dan Bali

"Apa pun nama yang Anda berikan, moving walkway adalah variasi sederhana dari conveyor belt (sabuk konveyor)," tutur Arsiparis Perusahaan Otis Elevator Company, Steve Showers, dikutip dari usatoday.com, Selasa (23/8/2022).

Untuk diketahui, Otis Elevator Company adalah perusahaan yang mematenkan salah satu versi travelator pada tahun 1955.

Adapun konsep alat untuk memindahkan manusia secara horizontal pertama kali diperkenalkan pada tahun 1893 di Chicago, Amerika Serikat (AS).

Dari segi tampilan, travelator umumnya bergerak lambat dengan bentuk mendatar dan miring.

Seiring dengan perluasan bangunan bandara, keberadaan travelator cukup membantu. Khususnya jika jarak antara satu terminal dengan terminal lainnya sangat jauh.

Baca juga: Bantu Kurangi Efek Emisi CO2, Bandara Schiphol di Belanda Akan Pangkas 444.000 Penerbangan per Tahun


Cara menggunakan travelator di bandara

jika ingin cepat manfaatkan travelator
Foto Ilustrasi travelator di bandara. Dok UNSPLASH/Hanson Lu

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pelaku perjalanan jika ingin menggunakan travelator.


Jangan diam saat berada di travelator bandara

Sama seperti eskalator, idealnya travelator juga mempunyai dua sisi. Sisi pertama bagi mereka yang berjalan santai dan sisi lainnya diperuntukkan bagi penumpang yang terburu-buru.

Meski tidak tertulis, namun ada ketentuan siapa saja yang berhak untuk menggunakan travelator ini, sebagaimana yang dikonfirmasi oleh PT Angkasa Pura I.

Travelator umumnya disediakan bagi penumpang pesawat yang sedang terburu-buru untuk mengejar penerbangan.

Misalnya saat penumpang akan naik pesawat di gate (pintu) yang berada di ujung terminal, maka mereka bisa menggunakan travelator untuk mempercepat langkah.

Namun, jika memilih travelator, penumpang tidak boleh diam saja, melainkan harus tetap berjalan. Kecuali bagi mereka yang sudah lanjut usia, ibu hamil, atau orang yang sedang sakit.

Sisi kanan untuk yang terburu-buru

Di Indonesia, umumnya pelaku perjalanan yang sedang terburu-buru dapat melewati sisi kanan travelator.

Oleh sebab itu, pelaku perjalanan lainnya yang sedang tidak buru-buru, diimbau tidak berdiri di sisi kanan travelator.

"Mirip seperti eskalator, jalur kiri untuk yang santai dan sebelah kanan untuk yang buru-buru," kata Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Melihat Tren Penumpang Terus Naik, Solaria Buka Cabang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved