Pemkab Alor Nusa Tenggara Timur Bakal Kelola 3 Situs Ekowisata di Desa Marisa di Pulau Kangge

Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan banyak kekayaan alam yang belum digali dan dikelola dengan baik.

KOMPAS.com/WASTI SAMARIA SIMANGUNSONG
Perahu nelayan berjajar di tepi pintu masuk Desa Marisa, Pulau Kangge, Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS.com/Wasti Samaria Simangunsong 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, ALOR, NTT  - Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur menyimpan banyak kekayaan alam yang belum digali dan dikelola dengan baik.

Kekayaan alam itu berupa objek-objek wisata yang bermuara pada ekonomi atau berdampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Maka pemerintah daerah setempat perlu menata dan mempromosikan objek-objek wisata di daerah agar bermanfaat secara ekonomi.

Baca juga: Ditolak di Alor dan Lembata, Kapal Pesiar asal Australia Diterima di Ende

Saat ini Desa Marisa di Pulau Kangge, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah ditetapkan sebagai tempat wisata oleh Pemkab Alor dan sedang dalam tahap pengembangan potensi ekowisata.

Tiga lokasi unggulan yang tengah menjadi fokus Pokdarwis (kelompok sadar wisata) setempat melingkupi Watu Peti, Boluwai Loro, dan Pasir Panjang.

"Saat ini kita punya tiga spot unggulan, ada Watu Peti, itu daerah pantai yang punya bebatuan besar menyerupai peti. Lalu ada Boluwai Loro, semacam kolam (warga Alor menyebutnya kolam lantaran permukaan laut tersebut cukup tenang) berpasir putih, dan Pasir Panjang."

Hal itu dituturkan Ketua Pokdarwis Desa Marisa, Rahmat Laba, kepada Kompas.com dalam acara Reward Trip ke Alor bersama Epson dan WWF, Kamis (25/8/2022).

Lebih lanjut, kata Rahmat, Boluwai dan Watu Peti adalah dua lokasi yang sedang difokuskan untuk pengembangan ekowisata melalui perbaikan terumbu karang yang sempat rusak akibat aktivitas wisata.

situs ekowisata di sini
Gapura masuk ke Pulau Kangge, Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS.com/Wasti Samaria Simangunsong

Perbaikan ini dilakukan dengan metode rock pile (rumah ikan) yang diinisiasi oleh Epson dan WWF Indonesia. Di samping kondisi terumbu karang yang kian membaik, nyatanya metode tersebut juga berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah ikan tangkapan nelayan.

"Secara ekonomi, dengan metode rock pile ini hasil tangkapan ikan lebih banyak, perbedaannya signifikan setiap kali mereka melaut, tentu saja berdampak terhadap ekonominya karena masyarakat di sini mayoritas nelayan," tutur Rahmat.

Melihat dampak positif itulah, Rahmat mengatakan pihaknya akan serius melakukan pendekatan berbasis ekowisata di tiga lokasi unggulan Desa Marisa ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Desa Marisa di Pulau Kangge NTT Garap 3 Situs Ekowisata", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/26/060800527/desa-marisa-di-pulau-kangge-ntt-garap-3-situs-ekowisata.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved