Bisa untuk Masak dan Minum, Dewi Pancuran, Mata Air yang Jadi Wisata Baru Boyolali Jawa Tengah

Ada mata air yang tak pernah kering di Desa Kiringan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Mata air ini bisa untuk masak dan minum.

KOMPAS.com/Labib Zamani
Ilustrasi - PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Adi Soemarmo di Boyolali, Jawa Tengah. KOMPAS.com/Labib Zamani 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Ada mata air yang tak pernah kering di Desa Kiringan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Mata air ini bisa untuk masak dan minum.

Mata air yang tak pernah kering ini kemudian dikelola dengan baik oleh warga setempat sehingga kini menjadi daerah wisata baru di kabupaten Boyolali. Objek wisata itu bernama Dewi Pancuran.

Warga setempat mulai mengambil langkah-langkah untuk memanfaatkan kekayaan alam itu untuk menambah pendapatan desa, dengan menjadikan Dewi Pancuran sebagai objek wisata.

Baca juga: Tiga Rekomendasi Soto Khas Boyolali, Pernah Didatangi Presiden Jokowi

Warga Desa Kiringan di Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengembangkan tempat wisata baru bernama Dewi Pancuran, mata air yang tidak akan surut meski saat musim kemarau.

"Kami ada potensi desa yang sangat memadai. Kami gali potensi-potensi desa yang ada di sini dan nanti kami hidupkan. Kami berharap nanti bisa mendapatkan pendapatan asli desa dari desa wisata Dewi Pancuran," tutur Kepala Desa Kiringian, Sri Wuryanto, Kamis. (25/8/2022).

Mata air ini sudah ada sejak zaman dahulu, yang kemudian dilestarikan dan digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Misalnya untuk memasak dan minum.

Adapun mulainya pengembangan tempat wisata ini ditandai dengan pengambilan air dari Dewi Pancuran oleh warga desa, disertai gunungan berisi hasil bumi.

Baca juga: Nasi Tumpang Murah di Boyolali yang Nikmat, Juga Sajikan Susu Segar Aneka Rasa

Sri Wuryanto menyampaikan, ke depannya pihaknya akan membangun pemancingan dan jogging track yang rencananya akan selesai pada tahun 2025.

Ada pula wisata edukasi yang diharapkan dapat menarik wisatawan.

"Antara lain, ada edukasi peternakan, perikanan, pertanian, dan edukasi tentang bank sampah karena di sini sudah dibangun bank sampah induk. Jadi sampah yang nantinya menjadi masalah itu, akhirnya menjadi berkah dengan adanya edukasi," terangnya.

Untuk diketahui, Desa Kiringan termasuk dari 15 desa di Kabupaten Boyolali yang sudah memperoleh Surat Keputusan (SK) Bupati Boyolali menjadi daerah pengembangan desa wisata.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dewi Pancuran, Mata Air yang Jadi Wisata Baru Boyolali", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/25/190300427/dewi-pancuran-mata-air-yang-jadi-wisata-baru-boyolali.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved