Yuk Liburan ke Negeri Sakura, Aturan Mulai Longgar tak Harus Rombongan dan tanpa Pemandu, Tetap Izin

Kunjungan wisatawan ke objek wisata di Jepang terus menurun pascapandemi Covid-19.

SHUTTERSTOCK/SANUPOT
Chureito Pagoda (Red Pagoda) yang punya 5 tingkat dengan latar belakang Gunung Fuji. Pemerintah Jepang akan mulai mengizinkan wisatawan yang datang secara individu untuk berlibur ke negaranya. SHUTTERSTOCK/SANUPOT 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Kunjungan wisatawan ke objek wisata di Jepang terus menurun pascapandemi Covid-19.

Diduga menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ini karena aturan ketat yang diterapkan pemerintah Jepang sehingga wisatawan manca enggan berlibur ke Jepang.

Menyadari hal ini, pemerintah Jepang mulai melonggarkan aturan kunjungan wisatawan, mulai dari yang sebelumnya harus rombongan kini bisa individu, prokes juga mulai longgar terutama masker.

Baca juga: Genjot Wisatawan Mancanegara, Jepang Tambah Kuota Kedatangan Luar Negeri 10 Ribu Orang Tiap Hari

Dan yang dulu wajib menunjukkan hasil test negatif Covid-19. kini tak diperlukan lagi.

Pemerintah Jepang akan mulai mengizinkan wisatawan datang secara individu untuk berlibur ke negaranya.

Sebelumnya, kebijakan yang berlaku bagi wisatawan adalah harus datang berkelompok dengan didampingi pemandu wisata dari agen perjalanan yang ditentukan.

Kini, pemerintah Jepang berencana mulai menerima wisatawan asing yang tidak ingin mengikuti tur berpemandu saat berkunjung ke Negeri Sakura.

Aturan baru ini diharapkan mulai berlaku pada bulan September, seperti dikutip dari NHK World Japan, Rabu (24/08/2022).

Baca juga: Jepang Mulai Melonggarkan Pengetatan Aturan untuk Wisatawan Asing, Berikut Persyaratannya


Adapun sebenarnya Jepang telah dibuka kembali untuk wisatawan asing sejak bulan Juni lalu.

Namun, selain perlu mengantongi visa, para turis hingga kini masih diwajibkan mengikuti tur berpemandu untuk bisa liburan ke sana.

Para wisatawan juga harus mematuhi langkah-langkah pencegahan virus yang ditetapkan berdasarkan pedoman pemerintah Jepang, seperti memakai masker.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Buah Semangka Begitu Istimewa dan Mahal di Jepang


Wisatawan Manca Sepi karena Aturan Ketat

Keputusan pemerintah untuk lebih melonggarkan pembatasan disebabkan karena jumlah turis asing yang memasuki Jepang baru mencapai sekitar 7.900 orang pada bulan Juli. Angka ini jauh di bawah tingkat pra-pandemi.

Para pelaku industri pariwisata sendiri meyakini bahwa pembatasan saat ini menjadi alasan minimnya wisatawan Barat yang datang ke Jepang. Sebab, banyak dari mereka lebih memilih melakukan perjalanan secara mandiri.

Sebelum pandemi pada 2019, Jepang menerima kunjungan 31,9 juta turis. Namun, Negeri Sakura hanya menerima sekitar 246.000 turis pada 2021.

Saat menerima wisatawan melalui tur kelompok mulai Juni, memang ada penambahan sebesar 140.000 pengunjung pada Juli. Namun, angka ini masih sekitar 5 persen dari jumlah wisatawan pada bulan yang sama pada 2019.

kota kyoto jepang
Ilustrasi Kyoto, Jepang. Pemerintah Jepang akan mulai mengizinkan wisatawan yang datang secara individu untuk berlibur ke negaranya. UNSPLASH/SORASAK

Menurut survei yang dirilis oleh sebuah perusahaan pariwisata yang berbasis di Tokyo, 72 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak akan mengunjungi Jepang, jika negara itu masih menetapkan pembatasan.

Survei D2C X Inc, perusahaan pemasaran, periklanan, dan consulting asal Jepang, juga menunjukkan 91 persen dari 1.717 responden di luar negeri mengatakan bahwa aturan pembatasan, termasuk tes Covid-19 dalam 72 jam keberangkatan sebelum ke Jepang, dinilai terlalu ketat.

Paket wisata dengan pemandu yang diwajibkan oleh pemerintah juga menjadi alasan utama wisatawan enggan melakukan perjalanan ke Jepang.

Dilansir dari Kyodo News, 71 persen responden mengatakan mereka akan berubah pikiran jika aturan tur wisata dihapus.

Sementara, 39 persen responden menginginkan persyaratan visa dibatalkan, 38 persen menolak kewajiban tes negatif Covid-19 sebelum kedatangan, dan 23 persen menginginkan batas masuk harian, yang saat ini dibatasi 20.000 orang, untuk dihapus.

 

Bebas dari tur Berpemandu, tapi Tetap Ikut Jadwal

Meski pemerintah Jepang memutuskan segera mengizinkan wisatawan memasuki negaranya tanpa mengikuti tur berpemandu, tapi tetap ada pengecualian.

Kunjungan wisatawan harus tetap diatur melalui agen perjalanan. Artinya, agensi yang mengatur tur wajib membuat jadwal perjalanan klien mereka.

Di samping itu, pemerintah Jepang masih tidak akan menerima wisatawan mandiri yang tidak membuat pengaturan jadwal melalui agen perjalanan.

Wisatawan juga akan diminta untuk mengikuti pedoman dari pemerintah Jepang, jika ada konfirmasi infeksi kasus Covid-19.


Jepang Naikkan Batas Harian bagi Pendatang

Selain informasi penghapusan tur dengan pemandu, Jepang berencana menghapus syarat wajib menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif bagi wisatawan yang sudah vaksin tiga dosis.

Selain itu, Jepang juga berencana menaikkan batas jumlah pendatang, dari semula 20.000 orang menjadi 50.000 orang per hari, dikutip dari Kyodo News.

Terkait hal ini, Perdana Menteri Fumio Kishida diperkirakan akan mengumumkan informasi pelonggaran persyaratan masuk dan menaikkan batas pengunjung harian dalam waktu dekat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Liburan ke Jepang Akan Bebas Tanpa Pemandu, Tapi Tetap Izin", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/24/170800927/liburan-ke-jepang-akan-bebas-tanpa-pemandu-tapi-tetap-izin?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved