Objek Wisata Potensial di Ponorogo, Ngawi, Pacitan dan Magetan Bakal Dikembangkan

Dunia pariwisata mulai menggeliat pasca-pandemi Covid-19. Sejumlah negara mulai melonggarkan aturan masuk seperti prokes yang tidak wajib lagi

HO/Nicholas Ryan Aditya
Seorang wisatawan berfoto naik ayunan di atas Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur. Sungai Maron menjadi salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang akan lebih dikembangkan. HO/Nicholas Ryan Aditya 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, MALANG - Dunia pariwisata mulai menggeliat pasca-pandemi Covid-19. Sejumlah negara mulai melonggarkan aturan masuk seperti prokes yang tidak wajib lagi.

Di Jawa Timur sejumlah objek wisata potensial di empat daerah bakal digenjot agar dipromosikan.

Keempat daerah tersebut adalah Ponorogo, Pacitan, Ngawi dan Magetan.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Ponorogo Layak Diusulkan Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Badan Pelaksana Otorita Borobudur atau BPOB tengah melebarkan pengembangan pariwisata di Jawa Timur. Pemerataan destinasi wisata menjadi tujuannya.

Direktur Utama BPOB, Indah Juanita mengatakan, empat daerah kota/kabupaten di Jawa Timur yang pariwisatanya tengah berupaya dikembangkan, yaitu Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.

Ada beberapa hal yang sudah dilakukan dalam pengembangan kawasan pariwisata di Jawa Timur.

Baca juga: Kesenian Tradisional Reog Ponorogo Mentas di Bandara Juanda Surabaya

Di Pacitan, misalnya, BPOB berupaya membuat konten-konten kreatif yang bisa dimanfaatkan bagian dari pemasaran pariwisata.

"Di Pacitan kami lakukan pengkayaan konten, kami bawa fotografer, setelah kami buat diserahkan ke Dispartanya (Dinas Pariwisata) jadi materi promosi," kata Indah saat diwawancarai di Universitas Brawijaya pada Rabu (24/08/2022).

Beberapa destinasi wisata di Pacitan yang dianggap potensial untuk lebih dikembangkan, seperti Goa Gong dengan beragam stalaktit dan stalagmitnya, serta Sungai Maron yang kerap disebut mirip dengan Sungai Amazon di Amerika Serikat.

potensi wisata yg bisa dikembangkan
Keindahan batuan di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur dengan warna-warni dari lampu sorot. Goa Gong menjadi salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang akan lebih dikembangkan. HO/Nicholas Ryan Aditya

Selain itu, di Kabupaten Ngawi, misalnya, ada beberapa destinasi yang juga dinilai potensial untuk dikembangkan, seperti Benteng Pendem atau Benteng Van den Bosch yang sedang direvitalisasi.

Adapun revitalisasi Benteng Pendem kini sudah hampir rampung. Pengerjaannya ditargetkan selesai selambatnya Januari 2023.

"Begitu juga di Ngawi terdapat situs-situs yang menarik yang sedang kami kembangkan. Karena di Ngawi juga terdapat Benteng Pendem peninggalan Belanda yang menjadi ikon baru," katanya.

Baca juga: Pantai Watu Bale Pacitan Punya Wahana Uji Nyali, Berani Coba?

Adapun pengembangan kawasan pariwisata di Jawa Timur dilakukan sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 46 tahun 2017 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur.

Indah menjelaskan, BPOB memiliki tugas koordinatif untuk mensinkronisasi dan mendampingi pengembangan kepariwisataan di 30 kota/kabupaten.

Wilayah koordinatif tersebut berada di tiga destinasi pariwisata nasional, yaitu Yogyakarta-Borobudur, Semarang-Karimunjawa, dan Solo-Sangiran.

"Empat kabupaten/kota di Jawa Timur (yang jadi fokus pengembangan) ini berada di Solo-Sangiran yaitu Solo Raya, Salatiga, Boyolali, Karanganyar, Gunungkidul, Ponorogo, Ngawi, Pacitan dan Magetan," ucap Indah.

Baca juga: Cagar Budaya di Ngawi Dipercantik dengan Wisata Air, Revitalisasi Hampir Rampung


Ditargetkan Menjadi Seperti Bali

Indah menambahkan, pengembangan kawasan pariwisata secara terintegrasi ditargetkan seperti Bali, yakni hampir setiap daerah di sana dikunjungi wisatawan dengan jumlah yang nyaris merata.

Ia menyebut hasil salah satu penelitian bahwa Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau adalah penyumbang 90 persen devisa dan turis yang sangat tinggi untuk Indonesia.

Kondisi itu menurutnya amat disayangkan. Sebab, Indonesia sebetulnya sangat luas dan banyak daerah pariwisata punya potensi yang besar.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved