Pengelola Museum Perlu Lebih Aktif Pamerkan Koleksi Bersejarah ke Masyarakat atau Pelajar

Untuk mendekatkan museum dengan masyarakat, pengelola museum diharapkan lebih aktif mendatangi masyarakat untuk memperkenalkan koleksi bersejarah

DOK Shutterstock/HariPrasetyo
Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta memamerkan koleksi benda bersejarah. DOK Shutterstock/HariPrasetyo 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, YOGYAKARTA - Untuk mendekatkan museum dengan masyarakat, pengelola museum diharapkan lebih aktif mendatangi masyarakat untuk memperkenalkan koleksi bersejarah miliknya.

Dengan demikian fungsi museum bukan hanya menyimpan tapi juga memamerkan koleksi-koleksi bersejarah kepada masyarakat terutama para pelajar.

Hal ini seperti yang dilakukan pengelola Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Baca juga: Museum Maritim di Kabupaten Belitung Mendapat Promosi Gratis Dikunjungi Delegasi G20

Museum Benteng Vredeburg di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar program Museum Masuk Desa bertajuk Pekik Merdeka dari Bumi Handayani, pada 24-28 Agustus 2022 di Kantor Kalurahan Ngleri, Kabupaten Gunungkidul.

Acara tersebut merupakan salah satu upaya mendorong masyarakat untuk mencintai museum.

Dalam acara ini, beberapa koleksi museum dibawa ke lokasi acara, di antaranya benda realia (asli) bersejarah pada masa revolusi fisik 1945-1949.

Baca juga: Humas Museum Nasional Beber Alasan Melarang Pengunjung Foto Pakai Kamera Profesional


Ada pula pameran sejarah terkait peran tentara, pemuda, pelajar, petani/rakyat, dan perempuan dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.

Selain itu juga dihadirkan permainan virtual bertema sejarah, sehingga pengunjung bisa ikut merasakan suasana perang saat itu. Bahkan Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto sempat mencoba permainan itu.

"Sempat mencoba, barangkali momentum yang baik. Edukasi terutama anak kecil yang kecanduan gadget (gawai). Saya kira ini bisa direplikasi, dibangun permainan edukasi di anak didik kita (yang) luar biasa. Ini permainan bernuansa sejarah, religi, membawa memori yang baik anak-anak kita," kata Heri, Rabu (24/8/2022).

Sementara itu, salah seorang pelajar yang datang, Dinda dari SD IV Ngleri, mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai pameran tersebut.

Selain untuk belajar sejarah, ia bisa bermain bersama teman-temannya. "Senang belajar sejarah, apalagi ini langsung melihat," kata dia.

Baca juga: Ada Destinasi Wisata Religi Kebanggaan Sumsel, Yuk Kunjungi Museum Al Quran Raksasa di Palembang


Kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg Mulai Bangkit

area dalam benteng vre
Kompleks dalam Benteng Vredeburg. (kebudayaan.jogjakota.go.id)

Menurut Kepala Museum Benteng Vredeburg, Suharja, kunjungan ke museum tersebut sudah mulai bangkit setelah dua tahun lebih pandemi melanda. Namun masyarakat masih perlu didorong untuk berkunjung ke museum.

"Alhamdulilah kunjungan sudah normal, saat libur Sabtu-Minggu bisa 3.500 (orang), harian kunjungan sekitar 1.900 (orang) sampai 2.000 (orang) lebih sedikit.

Masyarakat sebenarnya haus informasi, tetapi informasi harus dalam nuansa kekinian sesuai dengan zamannya," kata Suharja, ditemui usai pembukaan Museum Masuk Desa di Kalurahan Ngleri, Playen, Gunungkidul, Rabu.

Ia melanjutkan, upaya menarik kunjungan ke museum bagi masyarakat Indonesia pada umumnya masih perlu dilakukan. "Kesadaran (berkunjung ke museum), ini perlu kita dorong lagi, sehingga counter (mengimbangi) budaya luar," kata Suharja.

Baca juga: Jelang Pembukaan Museum, Warga Dubai Dihebohkan dengan Hadirnya Pesawat Luar Angkasa

Mimpi Membangun Museum di Gunungkidul

Program Museum Masuk Desa dinilai memberi energi baru terkait rencana mendirikan museum di Gunungkidul. "Ini energi baru kita punya kebijakan prioritas pariwisata, tentu pariwisata ini kita sinergikan budaya, dan museum.

Museum ini harapannya bisa menampilkan potensi sejarah. Pariwisata ada paket wisata salah satunya masuk museum yang banyak miniatur perjuangan oleh pendahulu dari Kabupaten Gunungkidul," kata Heri.

"Untuk jangka pendek anak sekolah datang ke museum masuk desa ini agar anak-anak mengetahui sejarahnya," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Museum Benteng Vredeburg Pamerkan Koleksi Sejarah di Gunungkidul", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/24/150700827/museum-benteng-vredeburg-pamerkan-koleksi-sejarah-di-gunungkidul?page=all#page3.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved