Sandiaga Uno Bakal Menambah Fasilitas untuk Tingkatkan Keamanan di Lokasi Wisata Rawan Kecelakaan

Wisatawan mancanegara ini terjatuh dari puncak Gunung Rinjani saat asyik berswafoto di atas puncak gunung yang tak terlalu luas.

Shutterstock/Ye Choh Wah
Keindahan alam Gunung Rinjani, tempat Taman Nasional Gunung Rinjani berada. Shutterstock/Ye Choh Wah 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan tanggapannya terkait terjatuhnya seorang pendaki Gunung Rinjani.

Wisatawan mancanegara ini terjatuh dari puncak Gunung Rinjani saat asyik berswafoto di atas puncak gunung yang tak terlalu luas.

Sandiaga Uno berjanji akan terus meningkatkan pengawasan standar keamanan di tempat-tempat wisata.

Baca juga: Asyik Berswafoto di Puncak Gunung Rinjani, Pendaki Asal Portugal Tewas Terjatuh, Sudah Dievakuasi

Seorang pendaki warga negara asing (WNA) asal Portugal terjatuh di Puncak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (19/8/2022).

"Kami akan bekerja sama dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), untuk secara disiplin terus meningkatkan penerapan dan peningkatan pengawasan standar keamanan atau safety," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing (WPB) Kemenparekraf yang digelar hybrid, Senin (22/08/2022).

Ia juga berpesan kepada para pelaku pariwisata, terutama di alam, untuk dapat terus menyosialisasikan aturan serta standar keamanan yang berlaku agar lebih bisa diterima oleh para wisatawan mancanegara.

Baca juga: Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat Makan Korban, Pendaki Asal Portugal Jatuh dari Puncak

"Serta mengkomunikasikannya secara humanis dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti bagi turis atau wisatawan mancanegara pencinta alam, pencinta gunung," lanjutnya.

Selain itu, Menparekraf mengimbau agar aspek CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) terutama dari segi pemenuhan kebutuhan safety atau keamanan, harus dipatuhi oleh setiap wisatawan sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP).

"Secara jelas dan tegas kami sampaikan, bahwa berwisata haruslah menyenangkan, aman dan nyaman, dengan SOP keamanan yang harus dipenuhi dengan sikap tanggung jawab bagi diri sendiri dan lingkungan, dan harus mengikuti arahan dan peraturan di destinasi," pungkasnya.

Baca juga: Hindari Kecelakaan Saat Mendaki Gunung Rinjani, Ikuti 3 Tips dari Pemandu Berikut Ini

Tambah Fasilitas Tingkatkan Keamanan

Dari laporan Kompas.com, Jumat (19/08/2022), peristiwa tersebut membuat pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) fokus untuk mengevakuasi korban dan memberi imbauan bagi para pendaki.

Suasana jalan pendakian Gunung Rinjani melalui Torean. Dokumentasi Warga
Suasana jalan pendakian Gunung Rinjani melalui Torean. Dokumentasi Warga (Dokumentasi Warga)

Sebagai informasi, pendaki warga negara asing (WNA) asal Portugal ini terjatuh di lereng gunung dari Puncak Gunung Rinjani saat hendak berswafoto.

Adapun puncak Gunung Rinjani sebenarnya tidak terlalu luas untuk berfoto-foto, terutama di sisi barat puncak yang lokasinya menghadap ke tebing curam.

"(Untuk) mengingatkan kepada Trekking Organizer (TO), guide (pemandu), dan porter untuk lebih menjaga tamunya dan lebih berhati-hati di lokasi yang berbahaya," jelas Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Dwi Pangestu, kepada Kompas.com, Jumat.

Ia menyebutkan, pendaki telah diberi pengarahan sebelum masuk ke jalur pendakian. Bahkan sejak memesan tiket, pendaki sudah harus membaca dan menyetujui prosedur operasi standar yang berlaku.

Agar hal ini tidak terjadi lagi ke depannya, pihak Balai TNGR akan menambah papan imbauan petunjuk dan larangan, serta memasang tanda pembatas dan railing.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapi Pendaki Rinjani yang Jatuh, Kemenparekraf Imbau Tingkatkan Keamanan", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/22/200450927/tanggapi-pendaki-rinjani-yang-jatuh-kemenparekraf-imbau-tingkatkan-keamanan?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved