Bagaimana Membuat Wisatawan bisa Tinggal Lebih Lama di Gunungkidul?

Kunjungan wisatawan ke Gunungkidul di Provinsi DI Yogyakarta belakangan ini terus meningkat.

KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI
Wisata Heha Ocean View di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Kunjungan wisatawan ke Gunungkidul di Provinsi DI Yogyakarta belakangan ini terus meningkat.

Terutama pada masa libur, kunjungan wisatawan tampak memenuhi sejumlah objek wisata di daerah itu.

Namun sayangnya, masa tinggal para wisatawan itu tak lebih dari 3 hari. Ini waktu yang cukup singkat. Bagaiman memperpanjang masa tinggal wisatwan di Gunungkidul?

Baca juga: Lengkap, Potensi Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, dari Keindahan Alam hingga Kekayaan Budaya

Ini Pekerjaan rumah pemerintah dan masyarakat setempat.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanto, mengatakan bahwa rata-rata masa tinggal atau length of stay (LOS) wisatawan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hanya sekitar 1,18 hari.

Ia berharap, durasi tinggal wisatawan bisa lebih panjang misalnya hingga tiga hari.

"Kalau (rata-rata masa tinggal) di Gunungkidul baru satu koma sekian (hari), harapannya paling tidak (lama tinggal wisatawan) dua sampai tiga hari," ujar Sunaryanto saat ditemui dalam acara peluncuran buku Gunungkidul The Next Bali di Pendopo Taman Budaya Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Jumat (19/08/2022).

Menurutnya, sarana dan prasarana penting untuk terus didorong dan ditingkatkan demi menambah durasi kunjungan wisatawan ke Gunungkidul.

Baca juga: Hingga Awal Agustus 2022, Kunjungan Wisatawan ke Gunungkidul Yogyakarta Tercatat 2.010.266 Orang

Termasuk, memperbaiki yang sudah ada. "Itu yang sering kami diskusikan dengan investor. Sarana dan prasarana penduduk itu salah satu yang kita tawarkan pada investor," imbuh dia.

Lebih lanjut, Sunaryanto menyebut bahwa sebenarnya sudah pernah ada investor yang ingin membangun di Bumi Handayani.

Namun, karena terkendala oleh pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun, akhirnya mereka masih menahan diri.

Sementara itu, ia menjelaskan ada beberapa klaster yang rencananya ingin dibangun di wilayah selatan, termasuk resor dan beberapa tempat yang lain.

Baca juga: 200 Ribu Lebih Wisatawan Serbu Gunungkidul Yogyakarta Saat Libur Sekolah

indahnya sunrise di gunungkidul
Sunrise di Wisata Stone Park Turunan Gunungkidul. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA

Sunaryanto berharap, pihaknya bersama-sama dengan pemerintah pusat bisa membangun pariwisata Gunungkidul, sebab kawasan ini memiliki potensi yang kaya.

"Saya ingin pemerintah pusat memperhatikan Gunungkidul karena potensi di wilayah selatan, di utara ini sebuah potensi besar, (wilayah utara) ini yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kalau selatan sudah mulai baik," terang Sunaryanto.

Baca juga: Alasan Kearifan Lokal Nelayan Kawasan Gunungkidul Berhenti Melaut pada Selasa dan Jumat Kliwon

Meskipun, ia membenarkan bahwa pemerataan ekonomi di Gunungkidul masih baru terjadi pada sektor tertentu.

Adapun setelah membuka kesempatan investasi sebesar-besar, kata Sunaryanto, sudah mulai terlihat perubahan demi perubahan pada objek pariwisata di Gunungkidul.

"Saya rasa bisa dilihat langsung di lapangan ya. Memang di Gunungkidul ini tanahnya bermacam-macam, kita memang harus memilih. Nah, beberapa tempat kawasan wisata yang sekarang ada ini sudah ada perubahan signifikan," tuturnya.

Pariwisata Masih dalam Tahap Pemulihan

pantai wediombo Gk
Kawasan Pantai Wediombo, Gunungkidul. KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO


Bupati yang dilantik pada Februari 2021 ini mengatakan, Gunungkidul masih dalam masa pemulihan setelah sempat mati selama pandemi. Tahap pemulihan menurutnya terjadi secara perlahan.

Namun, ia optimistis pemulihan ekonomi masyarakat bisa dimulai dari aspek Gunungkidul yang lebih kuat terlebih dahulu, di antaranya dari segi UMKM, peternakan, dan pertanian.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved