Rindu Jajanan Kuliner Tempo Dulu? Pasar Kangen Yogyakarta Hadir Kembali

Bagi Anda perantauan sekali waktu anda pasti kangen pada kampung halaman. Kangen keluarga, teman-teman juga makanan kesayangan.

KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Para pengunjung saat berada di stand Pasar Kangen Yogya 2022 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, YOGYAKARTA - Bagi Anda perantauan sekali waktu anda pasti kangen pada kampung halaman. Kangen keluarga, teman-teman juga makanan kesayangan.

Untuk mengobati rasa rindu, terutama pada keluarga dan makanan khasnya, Anda bisa mengunjungi Pasar Kangen di Yogyakarta.

Pasar Kangen ini tepat berada di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Baca juga: 10 Foto ala Netizen yang Kangen Liburan

Gelaran nostalgia kuliner tradisional dan barang-barang tempo dulu ini digelar mulai 18-27 Agustus 2022 atau selama 10 hari.

Koordinator Pasar Kangen Ong Hari Wahyu mengatakan, konsep dasar dari gelaran ini yakni melestarikan pangan tradisional agar tak tergeser pangan modern.

"Maksudnya, supaya pangan kita, jajanan kita tidak dilupakan atau hilang. Jadi makanan tradisional supaya enggak hilang, karena saat ini kan banyak makanan-makanan dari luar," ujar Koordinator Pasar Kangen Ong Hari Wahyu saat ditemui di acara pembukaan Pasar Kangen di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Gondomanan, Yogyakarta, Kamis (18/08/2022).

Pasar Kangen sempat absen selama dua tahun karena pandemi Covid-19 dan kembali hadir tahun ini.

Tema Pasar Kangen 2022 adalah "Kumandhange Pasar". Tema ini dianggap mewakili kondisi yang dirasakan masyarakat selama pandemi Covid-19, di mana banyak sektor kehidupan seolah berhenti berputar, ibarat "Pasar Ilang Kumandhange".

Baca juga: Fakta dan Sejarah Nasi Pecel, Kuliner Tradisional yang Menyehatkan

Ketika pasar berhenti, maka tidak ada aktivitas perdagangan, sehingga roda ekonomi dan hubungan sosial juga akan terhenti.

"Kan ada Pasar Ilang Kumandhange, itu (dikutip dari ramalan pujangga) Ronggo Warsito. Nah, Kumandhange Pasar ini supaya apa, supaya pasar berkumandang lagi," tegasnya.

Sementara tagline Pasar Kangen 2022 adalah "Ora Cucul Ora Ngebul". Tagline ini merupakan semangat baru pasca-pandemi serta mengandung ajakan untuk bangkit dan kembali bekerja.

"Ora Cucul Ora Ngebul. Nah, agar pasar berkumandang ya orang harus bekerja, supaya dapurnya ngebul. Pasca-pandemi ini orang harus bekerja dan pasar harus hidup supaya roda ekonomi jalan," tuturnya

Ong menambahkan, Pasar Kangen juga menjadi ajang kreativitas dan produktivitas dalam pengolahan pangan berbasis nilai-nilai dan bahan-bahan lokal.

Meski demikian, Pasar Kangen ingin pangan tradisional bisa menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri budaya bangsa, bahkan ikut bersaing.

makanan tradisional purworejo laris
Pengunjung saat membeli Clorot makanan tradisional khas Purworejo, Jawa Tengah yang ada di Pasar Kangen. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA

Pengalaman Merasakan Relasi Tradisional

Tak hanya aktivitas jual-beli, di Pasar Kangen pengunjung juga bisa merasakan pengalaman melakukan relasi tradisional antara pedagang dan pembeli seperti di pasar tradisional, atau dengan sesama pengunjung.

Situasi yang mungkin sudah banyak hilang di era modern ini.

Menurut Ong, sebanyak 277 peserta terpilih dari hasil kurasi. Mereka terbagi menjadi 170 peserta kuliner, 77 peserta penjual barang-barang lawas, serta kerajinan dan komunitas seni.

"Kurasinya berdasarkan jenis kuliner yang lama, berbasis lokal, terus kreativitas pengolahan pangan berbasis bahan lokal. Makanan yang modern tidak, karena sudah punya ruang sendiri," tuturnya.

Selain menghadirkan kuliner khas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pengunjung juga bisa menemukan jajanan tradisional dari daerah lain di Indonesia, serta aktivitas lain seperti workshop.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved