Harga Avtur Naik dan Jumlah Kursi Terbatas Picu Tiket Pesawat Mahal, Sandiaga: Turun Akhir Tahun

Banyak pelanggan atau calon penumpang mengalihkan pilihan menggunakan moda transportasi lain yang lebih murah.

Dok. PT Angkasa Pura I
Foto Ilustrasi bandara yang dikelola Angkasa Pura I.  Dok. PT Angkasa Pura I 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Harga tiket pesawat saat ini dinilai banyak kalangan masih cukup mahal. 

Hal ini berdampak pada penurunan jumlah penumpang pesawat terbang. Banyak pelanggan atau calon penumpang mengalihkan pilihan menggunakan moda transportasi lain yang lebih murah.

Kapal laut dan jalur darat menjadi opsi yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal Dikhawatirkan Akan Mengurangi Animo Masyarakat untuk Berwisata, PHRI Keberatan

Apalagi pelayanan dan fasilitas kapal laut sudah semakin baik dan harga tiket terjangkau meskipun kita membawa rombongan.

Demikian juga jalur datar. Bus-bus rute jauh semakin bersaing, baik dari sisi harga dan ketepatan waktu. Juga kereta api, yang semakin baik pelayanannya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memprediksi harga tiket pesawat bisa berangsur turun pada akhir tahun ketika peak season atau musim liburan.

Hal ini diungkapkannya menanggapi harga tiket pesawat yang masih tinggi. Ia menyebutkan, hal itu dipicu kenaikan harga avtur dan jumlah kursi penerbangan yang masih terbatas.

"Kami akan pastikan bahwa pariwisata akan pulih di akhir tahun saat peak season," ucap Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing secara daring, Senin (15/08/2022).

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Bagaimana Wisatawan Menjangkau Objek Wisata di Lombok Tengah?


Sebelumnya, seperti dikutip dari Tribun Bisnis (10/08/2022), mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, pemerintah akan terus membahas insentif dengan pihak maskapai agar frekuensi penerbangan dapat ditambah.

"Oleh karena itu kami harus bekerja sama dengan maskapai memberikan insentif agar jumlah pesawat ditingkatkan secara signifikan dan juga jumlah ketersediaan kursi terus kami tambahkan," tuturnya dalam diskusi dari, seperti dikutip Tribun Bisnis.

Ia menambahkan, hal itu penting diupayakan agar destinasi-destinasi wisata unggulan dapat terus mendatangkan wisatawan, serta peluang usaha dan lapangan kerja baru terus tercipta usai pandemi Covid-19.

Apalagi, tambah dia, pemerintah memiliki target 550 juta pergerakan wisatawan dan 1,8 juta kunjungan wisatawan mancanegara. "Semoga dapat kita wujudkan bersama dalam rangka menghadapi liburan akhir tahun 2022," tuturnya.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Sampaikan Solusi Atasi Tiket Pesawat Mahal, Tambah Jumlah Penerbangan

Sandiaga Imbau Rencanakan Wisata

Seiring dengan harga tiket pesawat yang masih tinggi, Sandiaga juga mengimbau masyarakat agar bisa merecanakan dengan baik perjalanannya.

Misalnya, mencari paket-paket pariwisata yang menarik dan tidak membebani kondisi keuangan. "Jadi, bagi yang mau healing, mau benerin feeling, juga refreshing, ini kepalanya tidak pusing," ucap Sandiaga.

Terlepas dari harga tiket pesawat yang tinggi, Sandiaga meyakini wisatawan domestik tetap berlibur namun sebagian menggunakan alternatif moda transportasi lain, misalnya jalur darat yang ia perkirakan angkanya cukup besar.

"Kurang lebih sekitar 20 persen-30 persen akan menggunakan jalan darat," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/15/200600227/tiket-pesawat-masih-mahal-sandiaga-prediksi-tarif-turun-akhir-tahun.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved