Makna Penyatuan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda di Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur

Seniman akan semakin semangat atau termotivasi untuk terus berkreasi menghasilkan karya-karya seni bernilai tinggi jika ada pasar seni sebagai muara

Dok. Desa Kenalan Borobudur
Pertunjukan kesenian saat Pasar Seni di Desa Kenalan, Borobudur. Dok. Desa Kenalan Borobudur 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Seniman akan semakin semangat atau termotivasi untuk terus berkreasi menghasilkan karya-karya seni bernilai tinggi jika ada pasar seni sebagai muara dari kreativitas seniman.

Ini adalah kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan atau membangun wadah untuk menampung dan memamerkan karya-karya seniman tersebut.

Pasar seni dalam arti luas harus dipahami sebagai suatu wadah melestarikan karya seni seperti seni ukir, pahat, musik, tari, lukis dan seni lainnya. 

Baca juga: Datanglah ke Purbalingga dan Saksikan Pertunjukan Kesenian Jawa Purba Selama 21 Jam Penuh

Masyarakat Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggelar acara unik untuk melestarikan budaya dan merajut keberagaman.

Acara itu adalah Pasar Seni Romantisme dalam Keberagaman bertajuk “Ragam Regeng Gayeng” pada Sabtu (13/8/2022) pukul 13.00 WIB.

Adapun pasar seni digelar dengan aneka pertunjukan seni dan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: Dieng Culture Festival 2022 Digelar September, Ada Aksi Bersih Lestari dan Pagelaran Seni Tradisi

Penyatuan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Salah satu keunikan gelaran pasar seni ini adalah adanya prosesi penyatuan air suci dari 3 sumber berbeda.

Ketiga air suci tersebut berasal dari sumber berbeda di Bukit Gondopurowangi dan diarak terlebih dahulu.

Setelah diarak, air kemudian disatukan dalam satu kendi yang melambangkan simbol penyatuan keragaman di Desa Kenalan.

Kemeriahan Pasar Seni makin tampak dengan adanya pertunjukan kesenian, workshop membuat kerajinan bambu, kunjungan galeri, dan beragam jajanan dari masyarakat setempat.

Baca juga: Kesenian Tradisional Reog Ponorogo Mentas di Bandara Juanda Surabaya

Diharapkan Diselenggarakan Secara Berkala

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Restu Gunawan berharap program desa wisata semacam itu bisa terus diselenggarakan secara berkala.

“Kami siap untuk memberikan dukungan berupa pendampingan pelatihan maupun pendanaan,” kata dia dalam rilis yang Kompas.com terima, Sabtu.

pasar seni beri ruang seniman
Pasar Seni di Desa Kenalan Borobudur. Dok. Desa Kenalan Borobudur

Apresiasi pun tidak ketinggalan ia berikan untuk penyelenggaraan Pasar Seni ini sebagai bentuk antusiasme dan kreativitas masyarakat Desa Kenalan yang sudah total dalam mengembangkan potensi daerahnya.

“Adanya program desa wisata, terutama di Kecamatan Borobudur ini diharapkan bisa menjadi alternatif pengunjung yang datang agar tidak hanya mengunjungi candi,” tutur Restu.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan bahwa sudah ada 20 desa wisata di Borobudur yang punya program wisata, salah satunya adalah Desa Kenalan.

Program semacam itu menurut dia bisa jadi upaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19 yang menghantam sektor pariwisata.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/13/192234827/pasar-seni-desa-kenalan-borobudur-satukan-air-suci-dari-3-sumber-berbeda.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved