Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Minta Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Flores NTT Dibahas Ulang

Belum selesai. Polemik kenaikan tarif masuk objek wisata Taman Nasional Komodo atau TN Komodo di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur masih berlangsung

SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN
Panorama Pulau Padar. SHUTTERSTOCK/PRAWAT THANANITHAPORN 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, LABUAN BAJO - Belum selesai. Polemik kenaikan tarif masuk objek wisata Taman Nasional Komodo atau TN Komodo di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur masih berlangsung. 

Kabar terakhir datang dari DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

Lembaga legislatif Kabupaten Manggarai Barat ini meminta kepada pemerintah baik tingkat kabupaten/provinsi hingga pusat agar tak hanya menunda tapi membahas ulang tarif masuk taman nasional itu.

Baca juga: Tanggapan Sandiaga Uno Atas Penundaan Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta, Berlaku Januari 2023

Belasius Pandur anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat  meminta pemerintah pusat dan Provinsi NTT agar meninjau kembali kebijakan menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 juta.

"Sebaiknya jangan pakai bahasa ditunda. Dibatalkan. Bicara ulang. Kebijakan itu harus dibahas dari bottom up bukan top down," kata Belasius kepada Kompas.com, Kamis (11/8/2022).

Ia mengatakan, penetapan tarif masuk ke TN Komodo itu harus melibatkan semua stakeholder, mulai dari pemerintah daerah Manggarai Barat, DPRD, pelaku pariwisata, dan masyarakat setempat.

"Jangan sosialisasi itu kebijakan di Kantor Bupati dan DPRD. Turun ke masyarakat. Libatkan pelaku pariwisata yang adalah garda terdepan pariwisata di Labuan Bajo," ujar dia.

Dengan demikian, sambung Belasius, kebijakan akan lahir dari rahim rakyat bukan dari pemerintah semata.


Akibat tidak ada diskusi dan sosialisasi dengan masyarakat

Menurutnya, aksi penolakan oleh masyarakat khusus pelaku pariwisata terhadap kebijakan kenaikan tarif baru ke TN Komodo itu sangatlah wajar.

Sebab, kebijakan tersebut dianggap langsung diambil tanpa melalui diskusi dan sosialisasi kepada mereka.

Ilustrasi wisatawan Pulau Komodo berjalan di belakang seekor komodo berjarak hanya beberapa meter. SHUTTERSTOCK
Ilustrasi wisatawan Pulau Komodo berjalan di belakang seekor komodo berjarak hanya beberapa meter. SHUTTERSTOCK (SHUTTERSTOCK)

 

"Ini kan tiba-tiba diumumkan. Lalu di-launching di hotel mewah. Pelaku wisata juga tidak dilibatkan. Kebijakan apa begitu?" tutur dia.

Sebagai anggota DPRD Manggarai Barat, dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT agar kebijakan itu dikaji lagi.

"Mumpung ada waktu. Diskusi dan dengarkan suara pelaku pariwisata di Labuan Bajo dan Flores umumnya. Sehingga, kemudian nanti tidak ada lagi polemik karena kebijakan itu lahir karena ada diskusi bersama," sambung Belasius.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/11/180600127/kenaikan-tarif-masuk-tn-komodo-jangan-cuma-ditunda-harus-dibahas-ulang.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved