Pemkot Malang Tata Pedestrian Kawasan Kayutangan, Hadirkan Wisata Sejarah

Banyak tempat bersejarah di tanah air namun belum semua terdata dan terpelihara dengan baik. Ini berpotensi menjadi wisata sejarah kelak.

KOMPAS.com/ Nugraha Perdana
Suasana kawasan Kayutangan di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/ Nugraha Perdana 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, MALANG - Banyak tempat bersejarah di tanah air namun belum semua terdata dan terpelihara dengan baik. Ini berpotensi menjadi wisata sejarah kelak.

Lokasi bersejarah itu jika dikelola dengan baik maka ada beberapa keuntungan yang bakal diperoleh.

Nilai sejarah dari objek atau benda atau jenis lain terpelihara dengan baik. Juga dari sisi ekonomi jika ada pengunjung, ada pemasukan buat pengelola.

Baca juga: Baru 6 Bulan Target Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Terlampaui, Turis Asing hanya 105 Orang

Wisata Bouwplan atau wisata bersejarah bakal hadir di Kota Malang, Jawa Timur. Salah satu kawasan, yakni pedestrian Kayutangan di Jalan Jenderal Basuki Rahmat tengah dipersiapkan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Wisata Bouwplan akan menyuguhkan perjalanan bagi wisatawan untuk menikmati kawasan bersejarah pada era kolonial Belanda di Kota Malang.

Perlu diketahui, selain kawasan Kayutangan, di Kota Malang terdapat kawasan peninggalan era kolonial Belanda lainnya, seperti Idjen Boulevard dan sepanjang Balai Kota Malang.

Balai Kota Malang berdiri pada 1929, lebih baru daripada bangunan Bella-Vista di Jalan Gajahmada yang merupakan peninggalan Belanda. SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH
Balai Kota Malang berdiri pada 1929, lebih baru daripada bangunan Bella-Vista di Jalan Gajahmada yang merupakan peninggalan Belanda. SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH (SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH)


Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, konsep wisata Bouwplan akan menjadi rute city tour bagi wisatawan di Kota Malang.

Konsep wisata tersebut nantinya dapat diterapkan dengan memanfaatkan bus Macito (Malang City Tour) yang kini dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Malang.

Rencananya juga akan ada penambahan bus tersebut yang saat ini hanya ada satu unit dengan mencari hibah dari CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan.

"Kemudian wisata Bouwplan bila belum ada seperti peta yang dipasang di titik-titik di Kota Malang, sementara mungkin wisatawan nanti bisa melihat melalui videotron," kata Ida saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu.

rencana pembangunan kayutangan
Salah satu gambar site plan dari rencana pembangunan Kayutangan Heritage Zona III.  KOMPAS.com/ Nugraha Perdana

Selain dari sisi infrastruktur, penguatan pada sektor ekonomi kreatif seperti seni pertunjukan, musik dan lainnya juga tengah dilakukan.

Rencananya, pada bulan November mendatang akan digelar event musik Jazz di kawasan Kayutangan oleh komunitas musisi dari Malang.

Ida mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendukung segala kegiatan yang ada di kawasan Kayutangan, seperti soal perizinan dan keamanan.

Namun dia meminta bagi penyelenggara kegiatan hiburan untuk tetap menyelipkan suguhan seni tradisional dalam acara apa pun.

"Sehingga kita tidak lepas dari local wisdom. Event bagus yang bertaraf nasional dan internasional tetap disisipkan dengan seni tradisional, misal Malang terkenal dengan Topeng, ya itu yang diangkat setiap ada event," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan ", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/10/081755927/wisata-sejarah-bakal-hadir-di-kota-malang-pemkot-siapkan-penataan-kawasan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved