Warga Gondanglegi Kabupaten Malang Gelar Arak-arakan Peringati Haul Mbah Sogol Setiap 10 Muharram

Memperingati wafatnya Mbah Sogol, tokoh masyarakat yang membuka hutan dan menyebarkan agama Islam di wilayah Kabupaten Malang, warga gelar arak-arakan

KOMPAS.COM/Imron Hakiki
Warga Gondanglegi menggelar arak-arakan sambil membawa gunungan ruas bambu untuk memperingati haul Mbah Sogol yang ke 185 tahun. KOMPAS.COM/Imron Hakiki 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM , MALANG - Memperingati wafatnya Mbah Sogol, tokoh masyarakat yang membuka hutan dan menyebarkan agama Islam di wilayah Kabupaten Malang, warga gelar arak-arakan.

Ketua Komunitas Pemerhati Makam Mbah Sogol, Abdul Fattah mengatakan, acara dilaksanakan bertepatan pada tanggal 10 bulan Muharram dalam kalender Islam.

Arak-arakan ini mengusung gunungan bambu berisi makanan, yang diperebutkann warga yang mengharapkan keberkahan.

Baca juga: Kuliner-kuliner Khas Kemerdekaan, Ada Nasi Tumpeng hingga Klepon Merah Putih

Masyarakat Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar arak-arakan pada Senin (8/8/2022) untuk memperingati meninggalnya Mbah Sogol.

Ia merupakan seorang tokoh masyarakat yang membuka hutan dan menjadi penyebar agama Islam di sana.

Tampak kegiatan arak-arakan itu mengular hingga memadati sepanjang jalan Hayam Wuruk, Gondanglegi Kulon yang berjarak sekitar 1 kilometer, tepatnya dari halaman pasar Gondanglegi sampai makam Mbah Sogol.

Rombongan peserta arak-arakan terlihat menggunakan baju adat jawa tradisional seperti surjan dan jawi jangkep untuk peserta pria, dan baju kebaya untuk peserta perempuan.

Selain itu, setiap rombongan juga membawa nasi tumpeng, serta gunungan ruas bambu yang berisi makanan di dalamnya.

Baca juga: Filosofi Nasi Tumpeng, Identik dengan Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

Menariknya sebelum masuk area pemakaman, gunungan ruas bambu itu diperebutkan oleh warga sekitar yang menonton arak-arakan tersebut.

Abdul Fattah mengatakan, acara dilaksanakan bertepatan pada tanggal 10 bulan Muharram dalam kalender Islam.

Kegiatan ritual arak-arakan itu pertama kali dicetuskan pada tahun 2011. Kala itu, menurut Fattah, acara diawali dengan kegiatan ritual tahlil di kawasan makam Mbah Sogol.

"Kemudian seiring berjalannya waktu, kita sepakat untuk menggelar kegiatan arak-arakan ini sebagai rangkaian ritual peringatan haul," kata dia kepada Kompas.com.

harapkan keberkahan
Warga berebut gunungan ruas bambu berisi makanan yang diarak, untuk mengharapkan keberkahan. KOMPAS.COM/Imron Hakiki

Tujuannya, adalah untuk melestarikan ingatan masyarakat tentang Mbah Sogol selaku tokoh bagi masyarakat Gondanglegi. "Kali ini adalah peringatan haul Mbah Sogol yang ke 185 tahun. Ia meninggal pada 1837 silam," tuturnya.

Sebelum pandemi Covid-19 kegiatan arak-arakan itu diikuti oleh sedikitnya 500 warga sekitar. Namun saat ini, karena pandemi masih ada, hanya diikuti oleh setidaknya 50 persen atau 250 orang.

"Pada saat pandemi Covid-19 dua tahun lalu, peringatan haul ini tidak dilaksanakan karena adanya pembatasan. Sekarang sudah diperbolehkan tapi dengan batasan 50 persen," jelanya.

Mbah Sogol, tokoh masyarakat Gondanglegi Malang

Fattah menceritakan, Mbah Sogol dikenal sebagai tokoh yang membuka kawasan Gondanglegi yang sebelumnya masih berupa hutan belantara sekitar tahun 1830.

Selain membuka hutan, ia juga dikenal orang pertama yang membawa ajaran Islam ke masyarakat Gondanglegi.

"Dulunya beliau mengajarkan agama Islam di sebuah surau yang sekarang berada di kawasan Desa Gondanglegi Wetan. Saat ini, surau telah dirubah menjadi Masjid Al-Kautsar," tutur dia.

menuju makam mbah sogol
Warga mengarak sejumlah gunungan di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Gondanglegi menuju makam Mbah Sogol untuk memperingati haul Mbah Sogol yang ke-185, Senin (8/8/2022). KOMPAS.COM/Imron Hakiki

Nama Gondanglegi adalah nama yang kerap dilekatkan dengan Mbah Sogol. Sebab menurut Fattah, ketika membuka hutan buah gondang yang biasanya rasanya pahit, ketika dimakan oleh Mbah Sogol seketika berubah menjadi manis.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved