Rute Baru Jelajah Objek Wisata di Pantura Flores dari Labuan Bajo hingga Waiwuring di Adonara

Pantai selatan Flores selama ini lebih ramai  dibanding pantai utara. Namun kini seiring terbukanya akses jalan, Pantura Florespun tak kalah ramai.

KOMPAS.com/MARKUS MAKUR
Keindahan Pantai Nanga Lirang, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jumat, (29/4/2022). KOMPAS.com/MARKUS MAKUR 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, FLORES - Pantai selatan Flores selama ini lebih ramai  dibanding pantai utara. Namun kini seiring terbukanya akses jalan, Pantura Florespun tak kalah ramai.

Fakta membuktikan bahwa selama bertahun-tahun, wisatawan yang pelesir di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kebanyakan hanya melintasi Jalan Trans Flores di pantai selatan.

Pantai selatan selain akses jalannya bagus, di sepanjang jalan juga sudah ramai penduduknya, sedangkan di utara akses jalan belum sebaik di selatan, juga masih sepi.

Baca juga: Labuan Bajo Terus Mempercantik Diri, Andalkan Desa Wisata hingga Pulau Rinca untuk Gaet Banyak Turis

Di sepanjang Jalan Trans Flores di pantai selatan, wisatawan biasanya mengunjungi obyek di Larantuka menuju Maumere untuk menikmati berbagai obyek wisata, termasuk wisata budaya, alam, dan rumah adat.

Misalnya, mengunjungi danau tiga warna Kelimutu atau mampir ke Rumah Pengasingan Bung Karno -sapaan akrab untuk Presiden pertama RI, Soekarno, di Ende.

Selain itu, wisatawan juga kerap berkunjung ke obyek wisata seperti Kampung Adat Ruteng Puu, Sawah Jaring Laba-laba di sekitar Kota Ruteng, Liang Bua, Kampung Adat Wae Rebo, dan lainnya.

Kini, seiring dengan akses jalan yang mulai bagus di Trans Pantai Utara (pantura) yang membentang sepanjang 800 kilometer, para pelaku wisata dan agen perjalanan mulai mempromosikan paket perjalanan wisata di sepanjang pantura, mulai dari Flores Timur hingga Labuan Bajo.

Baca juga: Kopi Flores jadi Minuman Resmi Side Event Presidensi G20 di Labuan Bajo, Berikut Alasannya

Sayangnya, akses jalan dari Kabupaten Manggarai ke Manggarai Barat masih belum dibuka sehingga perjalanan wisata dari Flores Timur hanya sampai di Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, kemudian berbelok ke Ruteng dan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo. Ini cukup melelahkan bagi wisatawan.

Ketika Kompas.com menyusurinya belum lama ini, beberapa titik jalan masih perlu peningkatan kualitas aspal, meskipun sebagian lain sudah cukup baik. Promosi wisata yang lebih gencar diharapkan bisa membantu mempercepat perkembangannya.

"Ada beberapa ruas jalan yang belum diaspal. Kiranya pemerintah secepatnya meningkatkan perbaikan jalan hotmix sepanjang Jalan Trans Flores pantura," kata Helmus Deornay, warga Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara (LAUT), Kabupaten Manggarai Timur, NTT, yang mengantarkan Kompas.com sepanjang Dampek-Maumere, Senin (01/08/2022).

Baca juga: Sebelumnya Presiden Timor Leste, Kini Delegasi G20 Belanda Bart Van Horck Puji Keindahan Labuan Bajo


Jika Jalan Trans Flores pansela cenderung berkelok-kelok, Trans Pantai Utara tidak demikian. Tanjakan juga sangat sedikit dan wisatawan yang melewatinya punya lebih banyak kesempatan melihat panorama pantai dan laut di sepanjang jalan.

Obyek wisata di Jalan Trans Pantai Utara

Di pesisir utara Labuan Bajo, wisatawan bisa mampir ke Pulau Longos dan Pantai Bari. Di Pulau Longos, seperti dikutip dari Kompas.com, (27/02/2016), wisatawan bisa menjelajahi pulau berbentuk bulat yang membentang sepanjang 9 kilometer dari ujung barat ke timur. Tempat itu merupakan tempat hidup ribuan kalong dan sarang burung wotong.

perumahan penduduk di pantai pulau longos
Pulau Longos di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR

Kemudian, bergeser ke utara Kabupaten Manggarai untuk melihat keindahan panorama Pantai Torong Besi, sekaligus melihat goa dengan patung Bunda Maria, serta mampir ke beberapa pantai lainnya.

Sementara jika pergi ke bagian utara Manggarai Timur, wisatawan bisa bermain ke Pantai Dampek, Pantai Nanga Lirang, SUT, dan lainnya.

Tak ketinggalan, juga melihat komodo berjemur Pantai Pasir Putih Laing Lewe dan Pantai Watu Payung.

Khusus di Pantai Watu Payung, sudah dibangun tempat istirahat (rest area) yang cukup memadai bagi wisatawan.

Sedangkan jika pelesir ke bagian utara Kabupaten Ngada, wisatawan bisa datang ke 17 Pulau Riung dan melihat komodo di Pulau Ontoloe, atau ke Pulau Rii Ta dan Pulau Kinde di Kabupaten Nagekeo.

Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Terus Gelar Event di Objek Wisata Super Premium untuk Jaring Wisatawan

Adapun di bagian utara Kabupaten Ende terdapat Pantai Keburea dan Marole, serta Pantai Magepanda, Pulau Tanjung, Pulau Palue, dan sejumlah pulau lain di Kabupaten Sikka.

Agar lebih leluasa dan bisa lebih menikmati pemandangan, menjelajahi rute ini sambil naik motor lebih disarankan. Dalam sehari, kita bisa menghampiri empat sampai lima tempat, namun tergantung durasi kunjungan di masing-masing tempat.

Sayangnya, akses tempat makan masih sangat minim. Meskipun, pengunjung yang datang ke obyek-obyek di atas bisa mampir ke warung yang tersedia di sekitarnya.

Jika khawatir tak menemukan tempat makan yang nyaman, kamu bisa membawa bekal dalam perjalanan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wisata Sepanjang Trans Pantai Utara NTT, Labuan Bajo hingga Flores Timur", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/08/03/110154527/wisata-sepanjang-trans-pantai-utara-ntt-labuan-bajo-hingga-flores-timur?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved