Dampak Ekonomi dan Budaya Makin Terasa Jika Festival Tabut Bengkulu Jadi Gelaran Internasional

Langkah positif ditempuh Pemerintah Provinsi Bengkulu karena telah mendaftarkan Festival Tabut sebagai agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2022

DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
Festival Tabut Bengkulu 2022. DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Langkah positif ditempuh Pemerintah Provinsi Bengkulu karena telah mendaftarkan Festival Tabut sebagai agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2022.

Tahun depan event ini didorong agar menjadi gelaran internasional.

Jika masuk daftar atau agenda internasional maka akan berdampak besar terhadap ekonomi dan sosial budaya Provinsi Bengkulu.

Baca juga: Gubernur Bengkulu Sebut Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Hadiri Festival Tabut, Ini Penjelasannya

Festival Tabut Bengkulu diupayakan menjadi gelaran internasional pada 2023 mendatang. Dengan begitu, diharapkan festival ini bisa membawa dampak lebih terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku parekraf di Bengkulu dan sekitarnya.

Adapun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno yang hadir dalam Festival Tabut 2022 menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu karena Festival Tabut sudah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2022.

"Alhamdulillah Karisma Event Nusantara terkurasi dengan sangat detail dan hati-hati serta Festival Tabut ini berhasil menembus event berskala nasional."

"Maka sesuai dengan pembicaraan kami dengan Pak Gubernur dan Ibu Dewi selaku anggota DPR RI, Pak Sultan selaku Wakil Ketua DPD RI, InsyaAllah tahun 2023 kita akan tingkatkan festival ini menjadi event berskala internasional," ujar Sandiaga dalam acara Festival Tabut 2022 di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu, Selasa malam (2/8/2022), dikutip dari keterangan tertulis Kemenparekraf.

Dikutip dari laman Pusat Riset Masyarakat dan Budaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Festival Tabut awal mulanya merupakan ritual Tabut, yang dilaksanakan untuk mengenang semua orang yang mati syahid dalam peperangan di Padang Pasir Karbala, termasuk cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hasan Hussein.

dijadikan event internasional
Festival Tabut Bengkulu 2022. DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Di samping itu, Tabut juga dimaknai sebagai media untuk mengenang kejayaan agama Islam dan menyambut tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah.

Menurut Indonesia.go.id, ritual Tabut pertama kali dipentaskan di Bengkulu pada 1685 oleh Syeh Burhanuddin atau yang juga dikenal sebagai Imam Senggolo.

Konon, ia adalah orang pertama yang menyebarkan Islam di Bengkulu. Kemudian, keturunannya dikenal sebagai keluarga Tabut.

Festival ini telah digelar secara turun-temurun serta memiliki dampak ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan bagi Provinsi Bengkulu.

Tak hanya terbatas pada rangkaian ritual, Festival Tabut turut menampilkan sejumlah kegiatan serta pertunjukan seni dan budaya Bengkulu.

Dalam mendorong Festival Tabut 2023 sebagai gelaran internasional, Menparekraf turut berencana mengirimkan surat kepada para tamu mancanegara dan duta besar untuk hadir memeriahkan acara tersebut.


"Saya diberi tahu sebelum pandemi banyak wisatawan mancanegara yang datang, banyak juga duta besar yang datang mewakili negaranya.

Oleh karena itu, hari ini saya canangkan akan mengirimkan undangan secara resmi kepada wisatawan mancanegara dan para duta besar untuk hadir ke Festival Tabut 2023," tutur Sandiaga.

Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri menyatakan sudah siap jika Festival Tabut didorong untuk menjadi gelaran berskala internasional.

"Kami sendiri juga telah bersiap untuk menjadikan Festival Tabut ini naik ke skala internasional.

Pertama substansi materi event-nya,

kedua animo masyarakat, apalagi pascapandemi ini masyarakat berharap sekali Festival Tabut ini kita lakukan seperti tahun sebelumnya, 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved