Pemeriksaan Keimigrasian Powell di Bali Butuh Waktu Hanya 54 Menit,  tak Ada Antrean hingga 5 Jam

Tidak ada antrean wisatawan hingga 5 jam seperti yang ditulis seorang wisman asal Jerman Sebastian Powell lewat Blog.

Dokumentasi Bandara I Gusti Ngurah Rai
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (Dokumentasi Bandara I Gusti Ngurah Rai) 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Tidak ada antrean wisatawan hingga 5 jam seperti yang ditulis seorang wisman asal Jerman Sebastian Powell lewat Blog.

Menurut pihak Imigrasi setempat, pemeriksaan dokumen wisatawan manca hanya butuh waktu 54 menit dan tak lebih dari 2 jam.

Penulis blog itu sendiri menjalani pemeriksaan keimigrasian hanya 54 menit. Informasi antrean hingga 5 jam diperoleh dari beberapa wisman tanpa konfirmasi dari pihak imigrasi.

Baca juga: Besok, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Kembali Buka untuk Penerbangan Internasional

Kantor Imigrasi Ngurah Rai menegaskan tak ada antrean wisatawan mancanegara hingga lima jam di konter imigrasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Hal ini merespons sebuah artikel blog yang mengeluhkan lamanya antrean imigrasi di bandara tersebut.

"Keterangan yang disampaikan pada artikel tersebut tidaklah benar," ujar Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Sugito dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (01/08/2022).

Kronologi dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bali

Sebelumnya, Jumat (29/07/2022), seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman bernama Sebastian Powell menuliskan keluhannya dalam sebuah blog tentang Bali yang dipadati pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sehingga mengakibatkan panjangnya antrean.

Menurut dia, antrean tersebut berlangsung hingga lima jam dan mengakibatkan sejumlah orang mulai adu mulut sampai petugas turun tangan untuk melerai.

Pihak kantor Imigrasi pun menyampaikan kronologi versi mereka. Menurut Sugito, penulis artikel tersebut mendarat di Bali pada Jumat pukul 14.43 WITA, dari Bangkok, Thailand.

Kemudian, penulis tersebut melakukan pemeriksaan dokumen. "Yang bersangkutan kemudian melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan dan menuju konter BRI untuk membeli Visa on Arrival (VOA)," tulis Sugito.

Berdasarkan data pada aplikasi perlintasan keimigrasian, yang bersangkutan tercatat melakukan pemeriksaan pada pukul 15.47 WITA.

Sehingga, estimasi waktu yang digunakan, mulai dari keluar pesawat, pemeriksaan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), pembayaran Visa on Arrival, hingga penyelesaian pemeriksaan keimigrasian adalah 54 menit.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Anggiat Napitupulu tak membantah jika pemeriksaan keimigrasian memang butuh waktu sedikit lama.

Namun, menurutnya, pelayanan di konter imigrasi tak akan lebih dari dua jam, seperti dikutip dari Kompas.com. Dalam sehari, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani rata-rata 47 penerbangan dari 22 negara.

Di antara penerbangan pukul 11.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, terdapat 10 hingga 12 penerbangan yang tiba secara bersamaan, sehingga menyebabkan antrean menjadi lebih lama atau diperkirakan lebih kurang dua jam.

bali dengan keindahan alamnya
Ilustrasi pemandangan indah di pulau Bali. Unsplash/Jeremy Bishop

Selain itu, Sugito mengatakan memang ada peningkatan volume kedatangan penumpang di Bali. Ini seiring dengan perluasan kebijakan keimigrasian mengenai penambahan subyek negara Visa on Arrival (VOA) dan pemberian bebas visa kunjungan bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Peningkatan jumlah penerbangan ini turut mengakibatkan jadwal pendaratan sejumlah pesawat rute internasional terjadi dalam waktu berdekatan.

Hal tersebut berpotensi menyebabkan kepadatan pada area kedatangan pada jam sibuk (peak time). Namun pihaknya memastikan bahwa pemeriksaan keimigrasian tetap berjalan lancar dan kondusif.

“Kami telah melakukan langkah antisipatif terhadap potensi kepadatan penumpang pada jam sibuk dengan menambah petugas, sehingga dengan komposisi 25 konter pada area kedatangan maka kami dapat menyelesaikan pemeriksaan 1.500 penumpang per jam," tambah Sugito.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved