DI Yogya Catat Okupansi Hotel Berbintang Tertinggi, Disusul Kaltim dan Lampung, Ini Faktor Pemicunya

Seiring dengan beberapa agenda pemerintah baik tingkat nasional maupun lokal, okupansi hotel juga terus meningkat baik yang berbintang maupun non

PEXELS/PIXABAY
Ada beberapa titik di kamar hotel yang perlu kita waspadai dan periksa untuk mengantisipasi adanya kamera tersembunyi. PEXELS/PIXABAY 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Seiring dengan beberapa agenda pemerintah baik tingkat nasional maupun lokal, okupansi hotel juga terus meningkat baik yang berbintang maupun non bintang.

Selama bulan Juni 2022 ini Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat okupansi hotel bintang mengalami peningkatan.

Kenaikan angka okupansi itu terjadi karena ada beberapa faktor, seperti adanya event olahraga atau budaya atau juga agenda pemerintah.

Baca juga: Jika Anda Sekeluarga Menginap di Hotel, Ada Beberapa Fasilitas yang Bisa Dipesan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel bintang meningkat pada Juni 2022.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, okupansi hotel bintang di Indonesia pada Juni 2022 mencapai 50,28 persen.

Angkanya naik 11,73 poin dibandingkan dengan kondisi Juni 2021 yakni 38,55 persen dan bertambah 0,43 persen dibandingkan Mei 2022 yakni 49,85 persen.

kamar hotel bintang
Ilustrasi kamar hotel. Shutterstock/filippo giuliani

“Kalau dilihat di grafik ini TPK-nya tertinggi sejak Januari 2022, TPK Juni 2022 mencapai 50,28 persen meningkat 0,43 poin kalau dibandingkan Mei 2022,” ujarnya dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) melalui kanal Youtube BPS Statistics, Senin (1/8/2022).

BPS mencatat, sebagian besar provinsi mengalami kenaikan okupansi hotel bintang.

Adapun, okupansi hotel bintang tertinggi adalah Yogyakarta'>Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 66,45 persen. Diikuti oleh Kalimantan Timur dan Lampung masing-masing sebesar 64,60 persen dan 58,87 persen.

Sedangkan, TPK terendah tercatat di Sulawesi Barat yaitu sebesar 26,88 persen.

Baca juga: Satu Hotel di Nusa Tenggara Timur Tembus Peringkat 37 Terbaik Dunia 2022, Versi Travel and Leisure

Sementara itu, okupansi hotel nonbintang pada Juni 2022 tercatat sebesar 23,92 persen.

Sama halnya dengan hotel bintang, okupansi hotel nonbintang naik 3,80 poin dibandingkan Juni 2021 yakni 20,12 persen.

Namun, jika dibandingkan Mei 2022, okupansi hotel nonbintang justru turun 0,83 poin dari 24,75 persen.

DKI Jakarta menempati urutan pertama okupansi hotel nonbintang sebesar 41,42 persen. Diikuti oleh Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat masing-masing sebesar 29,45 persen dan 28,75 persen.

Baca juga: Liburan di Bandung Yuk, Ini Rekomendasi Hotel dengan Bathtub, Ada Swiss Belresort hingga de Braga

 

Penyebab Okupansi Hotel Naik

Margo menuturkan kenaikan okupansi hotel tersebut didorong oleh sejumlah faktor.

Meliputi, libur sekolah, kegiatan pemerintah seperti rapat di hotel, hingga dampak dari pembangunan IKN Nusantara.

Ia menuturkan, dimulainya pembangunan IKN Nusantara mengerek okupansi hotel di Kalimantan Timur menjadi 64,60 persen, atau tertinggi kedua setelah Yogyakarta.

Baca juga: Jadi Tontonan Semalam, Hotel Ini Tawarkan Nginap Gratis di Kamar Transparan, Terlihat Tamu Lain

“Faktor yang mendorong TPK meningkat adalah liburan sekolah, tapi untuk Provinsi Kalimantan Timur ini memang meningkat karena ada pembangunan IKN sehingga beberapa hotel di sekitar IKN, TPK-nya mengalami peningkatan,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved