Sandiaga Uno Pesan 120 Helai Kain Tenun Gringsing Bali, Hadiah untuk Delegasi KTT G20

Kain tenun khas gringsing Bali Kabupaten Karangasem dipilih sebagai salah satu hadiah dari tuan rumah Indonesia kepada para tamu peserta KTT G20

Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyaksikan proses pembuatan kain tenun saat mengunjungi Desa Wisata Tenganan Pegringsingan di Bali, Jumat (24/9/2021). Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Kain tenun khas gringsing Bali Kabupaten Karangasem dipilih sebagai salah satu hadiah dari tuan rumah Indonesia kepada para tamu peserta KTT G20 di Bali

Ada 120 lembar kait telah dipesan dan kini sudah selesai semua. Tinggal proses packing untuk dikirim ke Kemenparekraf di Jakarta.

Keunikan kain tenun ikat ini tidak menggunajkan teknilogi berupa mesin. Semuanya menggunakan tangan manusia.

Kain itu nantinya akan dikalungkan pada delegasi yang menghadiri KTT G20.

Bendesa Adat Desa Tenganan, Putu Suarjana, mengatakan, kain yang dipesan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno itu telah rampung dan akan dikirim ke Kemenparekraf. "Saat ini semuanya sudah di-packing (kemas)," ujar Putu Suarjana di Tenganan, Minggu (31/7/2022).

Ia menambahkan, kain gringsing yang dibuat sudah melalui seleksi ketat menyangkut kualitas dan sudah memenuhi syarat yang diminta oleh forum Masyarakar Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Gringsing Bali, dengan lebar 20 sentimeter dan panjang 180 sentimeter.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Ponorogo Layak Diusulkan Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

 

Pengerjaannya Melibatkan 125 Perajin Tenganan

Meskipun demikian, tak semuanya berproses sempurna. "Kan namanya perajin, setiap orang dengan kreativitasnya. Yang tidak memenuhi kriteria, kami beri kesempatan untuk perbaiki. Kami jamin kualitasnya bagus untuk diberikan kepada delegasi G20," ujar Putu Suarjana.

Meski stok kain perajin menjadi berkurang karena pesanan sebanyak itu, secara ekonomi mereka menerima pendapatan yang signifikan dan merata. Sebab, setiap penenun hanya boleh menyerahkan satu kain.

Adapun rangkaian pertemuan G20 di bawah keketuaan Indonesia sudah dimulai sejak 1 Desember 2021. Namun, acara puncak akan diselenggarakan pada 15 dan 16 November 2022 di Nusa Dua, Bali.

Didorong jadi warisan budaya UNESCO Sebelumnya, Kemenparekraf menyatakan akan terus berupaya mendorong kain tenun gringsing sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Dikutip dari keterangan dalam situs Kemenparekraf, hal itu dilakukan karena kain tenun gringsing adalah salah satu warisan budaya kuno Bali yang masih bertahan hingga kini.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Harap Citayam Fashion Week Tetap Menjadi Milik Publik Bukan Elite

Keistimewaan kain ini terletak pada teknik pembuatannya, yakni menggunakan teknik ikat ganda dan merupakan satu-satunya yang menggunakan teknik tersebut.

 

Pembuatannya Butuh Waktu Lama

Penenunan selembar kain tenun gringsing butuh waktu sekitar dua bulan dan untuk motif ikat ganda bisa lebih lama, sekitar dua hingga lima tahun.

Sandiaga sendiri disebut sudah memesan suvenir untuk KTT G20 tersebut sejak September 2021. Selain pembuatan yang lama, kain tenun gringsing juga 100 persen dibuat menggunakan tangan atau tanpa bantuan mesin apapun sehingga membuatnya semakin istimewa.

Pewarnaan kain tenun gringsing juga begitu spesial, yaitu menggunakan warna yang dihasilkan dari minyak kemiri.

Itu dilakukan agar warna yang didapatkan lebih pekat dan bertahan lama. Untuk menghasilkan warna yang nyata diperlukan waktu lebih dari tiga bulan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved