Cauca Tidak Bersahabat, Pesawat Lion Air Rute Sorong-Manokwari Papua Mendarat di Biak

Sebuah pesawat Lion Air yang menerbangi rute Sorong-Manokwari di Papua terpaksa mendarat di Bandara Frans Kaisiepo Biak karena angin kencang

Dok Lion Air
Ilustrasi pesawat Lion Air. Dok Lion Air 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Sebuah pesawat Lion Air yang menerbangi rute Sorong-Manokwari di Papua terpaksa mendarat di Bandara Frans Kaisiepo Biak karena angin kencang.

Pesawat yang mengangkut 205 penumpang itu berangkat dari Sorong pukul 07.25 dan rencana mendarat pukul 08.10 di Manokwari.

Namun saat hendak mendarat angin kencang bertiup dari belakang pesawat di bandara Manokwari.

Baca juga: Supaya Perjalanan Anda Lancar, Ini Syarat Sebelum Terbang Maskapai Garuda, Lion Air, dan Citilink

Pesawat Lion Air JT-3944 rute Sorong-Manokwari dilaporkan sempat mengalami gangguan angin kencang saat akan mendarat di Manokwari, Papua Barat.

Sehingga harus mengalihkan pendaratannya ke bandara alternatif di Biak.

Berdasarkan keterangan resmi yang Kompas.com terima, Kamis (28/7/2022), pesawat berangkat dari Sorong pukul 07.25 WIT, dan dijadwalkan mendarat di Bandara Rendani, Manokwari pada pukul 08.10 WIT.

Lion Air akan memberikan layanan gratis bagasi 15 kilogram (kg) mulai Senin (22/2/2021) untuk penerbangan pergi-pulang (PP) Jakarta dan Batam.
Lion Air akan memberikan layanan gratis bagasi 15 kilogram (kg) mulai Senin (22/2/2021) untuk penerbangan pergi-pulang (PP) Jakarta dan Batam. (Dok. Lion Air)

Namun, saat proses pendaratan, terjadi perubahan kecepatan angin dari arah belakang yang melebihi batas ketetapan (tailwind) menjadi lima knot, yang tidak memenuhi kualifikasi keselamatan penerbangan fase mendarat dan lepas landas.

"Untuk itu, pilot memutuskan melakukan pengalihan pendaratan di bandar udara alternatif (divert) yaitu Bandara Frans Kaisiepo di Biak, Papua (BIK)," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya, Kamis.

Pesawat Mendarat di Biak Pukul 08.44 WIT

Setelah mendapat informasi perkiraan kecepatan arah angin di Manokwari kurang dari lima knot, Lion Air penerbangan JT-3944 kembali mengudara dari Biak pukul 09.22 WIT.

Proses pendaratan sudah dilakukan, namun kecepatan angin dari arah belakang terhadap arah landas pacu (runway) berubah menjadi 12 knot.

Dengan kondisi ini, pilot pun memutuskan untuk kembali ke Bandara Frans Kaisiepo (return to base/RTB).


Pesawat Mendarat Kali Kedua di Biak Pukul 10.36 WIT

"Pilot dan petugas layanan darat (ground staff) tetap berkomunikasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Manokwari hingga arah kecepatan angin sesuai yang ditentukan," terang Danang.

Setelah kecepatan arah angin di bandara tujuan memenuhi persyaratan untuk pendaratan, Lion Air terbang kembali dari Bandara Frans Kaisiepo pukul 16.13 WIT.

Hingga akhirnya, pesawat bersama 205 orang penumpang mendarat di Bandara Rendani, Manokwari pukul 16.53 WIT.

Adapun penerbangan JT-3944 ini dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LQT, dengan berat bagasi 2.189 kilogram, kargo 662 kilogram, dan total muatan 64,7 ton.

"Lion Air telah menginformasikan kepada seluruh penumpang pada penerbangan JT-3944 sesuai perkembangan operasional," tuturnya.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Angin Kencang, Pesawat Lion Air Sorong-Manokwari Mendarat di Biak", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/07/30/091101027/angin-kencang-pesawat-lion-air-sorong-manokwari-mendarat-di-biak.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved