Menparekraf Sandiaga Uno Sebut Ponorogo Layak Diusulkan Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Kabupaten Ponorogo dengan kesenian Reognya dan berbagai festival yang diselenggarakan, menunjukkan kreativitas tinggi pemerintah setempat

Dok. Kemenparekraf
Festival Reog Ponorogo 2022 di Aloon-Aloon Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (27/7/2022). Dok. Kemenparekraf 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Kabupaten Ponorogo dengan kesenian Reognya dan berbagai festival yang diselenggarakan, menunjukkan kreativitas tinggi pemerintah setempat.

Kabupaten Ponorogo dengan kekayaan budayanya mampu mendatangkan banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Ponorogopun layak menyandang predikat Kota Kreatif, menyusul 4 kota sebelumnya yakni Jakarta, Bandung, Ambon dan Pekalongan.

Baca juga: Sedang Berlangsung, Sederet Acara Meriahkan HUT ke-256 Kabupaten Ponorogo, Ada Festival Reog

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mendorong pengajuan Ponorogo sebagai UNESCO Creative Cities Network atau jaringan kota-kota kreatif.

Adapun dikutip dari Kompas.com (12/11/2021), sebelumnya empat kota di Indonesia telah ditetapkan sebagai jaringan kota kreatif UNESCO.

Empat kota tersebut adalah;

- Pekalongan sebagai Kota Kriya dan Seni Rakyat,

- Bandung sebagai Kota Desain,

- Ambon sebagai Kota Musik, 

- Jakarta sebagai Kota Sastra.

"Tahun ini kami akan persiapkan Ponorogo menjadi bagian dari yang akan kami usulkan kepada UNESCO Creative Cities Network," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat hadir dalam acara Festival Reog Ponorogo 2022 di Alun– Alun Ponorogo, Jawa Timur, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (28/07/2022).

Ia menyebutkan, berhasil masuk jaringan kota kreatif UNESCO akan menjadi hal yang luar biasa bagi Ponorogo. Sebab, penilaiannya sangat detail.

Baca juga: Kesenian Tradisional Reog Ponorogo Mentas di Bandara Juanda Surabaya

Adapun sebelumnya, Reog Ponorogo telah diajukan sebagai warisan budaya tak benda yang diusulkan Indonesia ke UNESCO.

Menurut Sandiaga, menjadikan perhelatan Reog Ponorogo bertaraf internasional akan mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara. Ia pun akan mendorong agar hal itu segera terwujud.

"Setelah itu akan kami coba lagi agar reog juga bisa didorong sebagai warisan budaya tak benda,” tutur Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan, hingga 2020, Indonesia memiliki 1.239 warisan budaya tak benda, salah satunya seni pertunjukan reog. Untuk itu, penting agar pertunjukan reog terus dilestarikan oleh seluruh masyarakat.

"Kita tentu tidak ingin jika kekayaan budaya kita diakui oleh bangsa lain. Karenanya saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut andil menjaga dan melestarikan Reog Ponorogo ini agar menjadi kebanggaan dan warisan budaya yang diakui oleh dunia," kata Sandiaga.

Reog Daya Tarik Wisata Pembangkit Ekonomi

reog festival di aloon-aloon
Festival Reog Ponorogo 2022 di Aloon-Aloon Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (27/7/2022). Dok. Kemenparekraf

Upaya menjadikan reog bagian dari jaringan kota kreatif UNESCO, menurut Sandiaga, akan berdampak pada kelestarian seni dan budaya Ponorogo sekaligus promosi daya tarik wisata ke pasar global.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dijadikannya Festival Reog Ponorogo menjadi event bertaraf internasional bakal berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku parekraf di Ponorogo dan sekitarnya.

Melalui Reog Ponorogo, ia juga berharap agar peluang usaha dan lapangan kerja bisa diciptakan seluas-luasnya.

"Melalui Reog Ponorogo kita kembangkan bagaimana peluang usaha dan lapangan kerja diciptakan seluas-luasnya," ucap Sandiaga.

 

Sekilas tentang Festival Reog Ponorogo

Festival Reog Ponorogo ke-7 tahun 2022 merupakan rangkaian dari kegiatan Grebeg Suro sekaligus hari jadi Kabupaten Ponorogo ke-526.

Perhelatan ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Namun, seiring dengan penurunan kasus, festival dapat dilaksanakan kembali secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Festival yang berlangsung sejak 25 – 29 Juli 2022 disebut mendapatkan respons yang baik dari sanggar kesenian Reog dari berbagai kota di Indonesia.

Hal itu terlihat dengan hadirnya peserta festival dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Jember, Malang, Madiun, Magetan, Mojokerto, hingga Gresik.

Pertunjukan Reog sendiri memadukan tarian, keterampilan olah tubuh dan cerita Panji, yang terdiri dari penari, pengrawit (pemain musik), serta pengiring.

Daya tariknya adalah salah satu penari utama menggunakan topeng terbesar di dunia berbentuk kepala harimau (barongan) dipadu dengan sebuah mahkota terbuat dari bulu merak (Dhadhak Merak) yang berat keseluruhan kurang lebih 40 kg.

Bupati Ponogoro, Sugiri Sancoko, mengatakan sudah dua tahun ini Gerebeg Suro dinantikan oleh masyarakat. Ada hampir 52 kegiatan yang dilibatkan, termasuk festival reog mini, festival reog umum, dan festival gajah-gajah.

"Ini menafsirkan bahwa kami sebentar lagi siap menuju CCN (Creative Cities Network) yang Menparekraf bantu. Mudah-mudahan ke depan Ponorogo ini benar benar menjadi kota kreatif,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ponorogo Akan Diusulkan Jadi Jaringan Kota Kreatif UNESCO", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/07/29/060800127/ponorogo-akan-diusulkan-jadi-jaringan-kota-kreatif-unesco?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved