Bantu Kurangi Efek Emisi CO2, Bandara Schiphol di Belanda Akan Pangkas 444.000 Penerbangan per Tahun

Saat ini berbagai lembaga di level regional ataupun global gencar mengkampanyekan gerakan melawan perubahan iklim

SHUTTERSTOCK/FOKKKE BAARSSEN
Bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda akan membatasi jumlah penerbangan pada 2023 demi membantu mengurangi masalah perubahan iklim. SHUTTERSTOCK/FOKKKE BAARSSEN 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Saat ini berbagai lembaga di level regional ataupun global gencar mengkampanyekan gerakan melawan perubahan iklim.

Sadar akan pentingnya gerakan itu demi mempetahankan iklim, Bandara Schiphol di Kota Amsterdam membatasi jumlah penerbangan.

Tidak tanggung-tanggung jumlah penerbangan yang dibatasi mencapai 444.000 penerbangan.

 

Bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda adalah bandara pertama yang membatasi jumlah penerbangannya untuk membantu melawan perubahan iklim.

Untuk diketahui, dikutip dari Air Transport Action Group (ATAG), sebuah asosiasi non-profit dalam industri transportasi udara, industri penerbangan global bertanggung jawab atas 2,1 persen dari total emisi CO2 serta menjadi bagian dari 12 persen emisi transportasi secara luas.

Sebagai perbandingan, emisi dari transportasi darat mencapai 74 persen. Oleh karena itu, mengurangi jumlah penerbangan berkontribusi mengurangi efek emisi terhadap iklim.

Dikutip dari situs Pemerintah Belanda, bandar udara utama Amsterdam itu memangkas hingga maksimal 444.000 penerbangan per tahun atau 12 persen lebih sedikit dari puncak jumlah penerbangan pada 2019.

Pembatasan jumlah itu ditargetkan dilakukan pada November 2023.

Baca juga: Demi Kepentingan Penataan Ulang & Evaluasi Kinerja, Wings Air Hentikan Penerbangan Kupang-Ruteng PP

Dalam sebuah keterangan, Pemerintah Belanda juga mengungkapkan bahwa bandara tersebut berlokasi di wilayah urban salah satu bagian tersibuk di Negara Kincir Angin. Sehingga, operasionalnya berdampak luas bagi warga sekitar.

Termasuk paparan kebisingan pesawat, kesehatan, lingkungan, dan iklim secara umum.

"Pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan penanganan gangguan kebisingan, sambil memastikan bandara tetap memenuhi peran ekonominya. Artinya, Bandara Schiphol Amsterdam tidak bisa lagi melebihi batas gangguan kebisingan yang ditetapkan dan secara efektif membatasi pergerakan penerbangan hingga maksimal 440.000 per tahun," demikian tertulis dalam keterangan di situs Pemerintah Belanda, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (29/7/2022).

Seiring dengan rencana tersebut, pemerintah juga berupaya membuka Bandara Lelystad di Kota Lelystad untuk menopang layanan yang semula dilayani di Bandara Schiphol.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, termasuk perizinan alam dan rute.

Baca juga: Dukung Pariwisata, Lion Air dan AirAsia Komitmen Tambah Penerbangan ke Danau Toba

Hal itu diperkirakan memakan waktu cukup lama, sehingga keputusannya belum akan diambil sebelum musim panas 2024.

Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air, Mark Harbers menegaskan dirinya ingin memberikan kepastian di masa depan terhadap sektor penerbangan dan pihak-pihak yang bekerja di lingkungan bandara.

Menurutnya, keputusan itu dihadirkan untuk membangun keseimbangan baru.

"Ini mungkin berita yang berat untuk sektor penerbangan yang masih dalam pemulihan setelah terdampak pandemi Covid-19. Saya sangat sadar akan itu, jadi kami akan menyempurnakan rincian keputusan ini di Bandara Schiphol Amsterdam bersama penduduk setempat dan pemangku kepentingan industri penerbangan," ujar Harbers dalam situs tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bandara Schiphol di Belanda Akan Batasi Jumlah Penerbangan Demi Iklim", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/07/29/112847027/bandara-schiphol-di-belanda-akan-batasi-jumlah-penerbangan-demi-iklim.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved