Mestinya Anak Muda Kreatif Ini Diberi Panggung, Citayam Fashion Week Bikin Macet

Citayam Fashion Week yang sedang ramai diperbincangkan perlu diberi tempat atau panggung untuk mewujudkan gagasan atau ide-ide unik mereka

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Roy (Citayam), Mami (Tanah Abang), dan Oman (Tanah Abang) memanfaatkan zebra cross untuk ajang unjuk pakaian di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Fenomena Citayam Fashion Week di kawasan Dukuh Atas mendadak viral karena gaya busana nyentik yang didominasi anak muda dari Depok, Citayam, dan Bojonggede. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Citayam Fashion Week yang sedang ramai diperbincangkan perlu diberi tempat atau panggung untuk mewujudkan gagasan atau ide-ide unik mereka.

Sesungguhnya di balik Citayam Fashion Week ada "protes" atas 'ketidakadilan' yang mereka dapatkan.

Mereka meminta perhatian pemerintah untuk memfasilitasi, agar bakat-bakat dan minat mereka dapat tersalurkan. Ini yang perlu dibaca pemerintah. Bukan soal parkir dan macet.

Baca juga: Perempuan Dominasi Pariwisata dalam Negeri, Sektor Fashion dan Kuliner Jadi Utama

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengapresiasi kreativitas muda-mudi dalam melahirkan aktivitas Citayam Fashion Week (CFW) yang kini tengah viral itu.

Namun, Sandiaga menyayangkan kurangnya penataan lalu lintas di area itu, sehingga menimbulkan kemacetan yang sangat panjang.

Terutama, akibat menjamurnya parkir liar di tepi jalan yang menghambat para pejalan kaki dan pengendara.

"Ini menunjukkan sudah sangat viral, namun tidak dibarengi dengan penataan lalu lintas. Jadi masih banyak motor-motor yang parkir di jalanan, sehingga jalanan menyempit," tutur Sandiaga dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara daring, Senin (25/07/2022).

Meskipun dampak kehadiran Citayam Fashion Week dinilai positif terhadap perekonomian dan sektor UMKM, Sandiaga mengingatkan agar ketertiban lalu lintas tak terganggu.

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gaet Wisatawan untuk Beli Produk Lokal


Menurutnya, perlu adanya koordinasi pemerintah setempat untuk menyediakan ruang publik alternatif sebagai sarana unjuk aksi muda-mudi tersebut di bidang fesyen.

"Agar remaja ini terus menyalurkan kreativitas di bidang fesyen, disediakan ruang-ruang lainnya agar tidak hanya numpuk di satu ruang publik," ujar Menparekraf.


Diharapkan tak Musiman

rifki senang nongkrong di Citayam
Tiga remaja asal Depok (Rifki - Boy - Ridho) mengaku senang nongkrong di Citayam Fashion Week, Selasa (20/7/2022). KOMPAS.COM/DINNO BASKORO

Sandiaga mengatakan, fenomena Citayam Fashion Week adalah bentuk demokratisasi dari sub sektor fesyen yang menampilkan kreasi para generasi muda di Ibu Kota.

Sehingga, diharapkan aktivitas tersebut tidak hanya berlangsung musiman atau sesaat saja.

"Kita tidak ingin anak-anak ini hanya ada di satu musim lalu menghilang. Saya ingin mereka memiliki kemampuan sehingga berkelanjutan dan mendorong sub sektor fesyen," kata Sandiaga.

Maka, sebagai bentuk dukungan, Kemenparekraf siap mewadahi para remaja Citayam Fashion Week dengan berbagai pelatihan dan pendampingan.

"Kami siap menaikkan keahlian mereka melalui upskilling, reskilling, dan newskilling fotografi dan videografi, agar mereka tidak hanya menjadi one-hit wonder," imbuhnya.

Salah satu bentuk dukungannya, lanjut Sandiaga, adalah lewat tawaran beasiswa Politeknik Pariwisata.

"Kita ingin mereka bisa mengakses (Poltekpar) setelah menyelesaikan pendidikan SMP-SMA. Poltekpar sangat mendukung kebijakan kami dan mekanismenya berupa beberapa tahapan yang nanti mudah-mudahan bisa ditawarkan kepada anak-anak muda ini," kata Sandiaga.

Menparekraf juga menyematkan harapannya agar di kemudian hari Citayam Fashion Week bisa mengikuti jejak gelaran serupa di tempat populer seperti Harajuku di Jepang atau 42nd Street yang ada di New York, dengan ala penampilan jalanan (street performer).

"Siapa tahu Roy, Jeje, Bonge, dan teman-temannya ini bisa tampil suatu saat di Paris Fashion Week," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Citayam Fashion Week Bikin Macet, Sandiaga: Perlu Penataan", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/07/25/215414627/citayam-fashion-week-bikin-macet-sandiaga-perlu-penataan?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved