Penasaran Proses Pembuatan Rendang, Begini Cerita di Balik Tradisi Kuliner Minang yang Memikat

Masakan khas Minang sudah mendunia. Terutama Rendang, masakan ini pernah dinobatkan sebagai makanan paling lezat di dunia.

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Foto Proses pembuatan kue bika, Bika Talago, Tanah Datar, Sumatera Barat. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, PADANG - Masakan khas Minang sudah mendunia. Terutama Rendang, masakan ini pernah dinobatkan sebagai makanan paling lezat di dunia.

Banyak turis asing yang datang ke Indonesia sering mencari masakan khas Minangkabau ini. Ternyata masakan ini memang ada juga di negara asal turis ini.

Banyak juga turis yang penasaran, ingin melihat proses pembuatan makanan paling lezat di dunia itu.

Baca juga: Obrolan dan Sapaan Khas Minang Terdengar Silih Berganti, Hari Pertama Festival Budaya Luhak Nan Tigo

Masakan Minang memang menggoda. Biasanya, dari tampilannya saja sudah bisa membuat perut keroncongan. Apalagi, ada cerita-cerita yang melatarinya. Pastinya kian punya daya tarik.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Novrial mengakui jika selain lezatnya masakan Minang, tradisi dan cerita di baliknya pun menjadi nilai jual selama ini.

Baca juga: Yuk ke Festival Kampung Kuliner Minangkabau, Ada Masakan Legendaris Sumatera Barat

Rendang, misalnya, selain rasa yang memang sohor, proses di baliknya pun menarik. Merendang, sebutan proses membuat rendang, disebut ada makna-makna tradisi di baliknya.

"Rendang itu juga penting secara nilai adat dan budaya. Saat proses merendang, ada tukang yang cari kayu, tukang bumbu dan ada yang mengaduk selama tiga jam," ujar Novrial kepada Kompas.com di kantornya, Senin (12/2/2019).

"Dan perlu diketahui, selama merendang, di situ terjadi proses komunikasi orang Minang. Mereka bercerita soal keluarga, anak-anak hingga suami," lanjutnya.

ada rendang di sini
Rendang di RM Pak Datuk, Padanh Panjang, Sumatera Barat. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA

Oleh karena itu, diakui Novrial, proses yang lama itu bukan sekadar memasak dan membuat makanan Minang tambah nikmat, juga menjalin komunikasi di baliknya.

Begitu juga dengan pembuatan Lamang Tapai, salah satu kuliner Minang lainnya, yang juga butuh waktu lama. Ada tradisi dan komunikasi yang dibangun saat proses pembuatannya.

Menurut Novrial, tradisi memasak itu bisa menjadi daya tarik wisatawan ke Sumatera Barat. Para wisatawan tak hanya disuguhkan proses, juga membangun cerita lewat komunikasi dari pedagang ke pengunjung.

Ia mencontohkan tempat kuliner Minang lain yang bisa dikembangkan dengan konsep tersebut adalah kue bika khas Tanah Datar.

ini dia kedai bika talago
Kedai Bika Talago, Koto Baru, Tanah Datar, Sumatera Barat. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA

Salah satu spot penjaja kuliner berbahan dasar ketan beras putih tersebut adalah Bika Talago yang ada di Jalan Raya Padang-Bukittinggi, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Tempat kuliner Bika Talago disebut dapat digarap dengan apik lewat konsep bercerita. Selama ini, kata Novrial, tempat tersebut hanya menjual produk, proses dan pemandangan di belakangnya.

Di sisi lain, wisatawan yang berkunjung tidak mendapatkan pengalaman unik lain, seperti cerita soal kue bika hingga potensi daerah setempat.

Baca juga: Rumah Makan Minang Raya Balikpapan Sediakan Empat Lauk Best Seller, Ini Dia

"Jadi (wisatawan) enggak cuma nunggu bika, bisa ada cerita soal Gunung Marapi (dekat Bika Talago), dan lain-lain. Lalu ada promosi kain-kain di tempat itu," kata Novrial. "Ide gagasannya adalah one stop service. Kamu bisa lihat, enjoy tester lalu cerita, terakhir beli produknya," lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita di Balik Tradisi Kuliner Minang yang Memikat", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2019/12/02/142542127/cerita-di-balik-tradisi-kuliner-minang-yang-memikat?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved