Hindari Kecelakaan Saat Mendaki Gunung Rinjani, Ikuti 3 Tips dari Pemandu Berikut Ini

Tempat angker, jauh dari jangkauan aktivitas manusia, secara tak sadar membuat kita merinding, bulukuduk berdiri.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi sisi lain pemandangan di puncak Gunung Rinjani. SHUTTERSTOCK 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM  - Tempat angker, jauh dari jangkauan aktivitas manusia, secara tak sadar membuat kita merinding, bulukuduk berdiri.

Seolah ada sesuatu yang tak terlihat berada di dekat atau bahkan di lokasi itu. Mungkin sedang mengawasi aktivitas orang.

Tak jarang situasi ini membuat kita gugup dan irasional. Lalu muncul dalam pikiran kita bayang-bayang tak jelas.

Baca juga: Menikmati Sensasi 4 Hari 3 Malam di Puncak Gunung Rinjani, Kuota 100 Persen Mulai Rabu 27 Juli 2022

Beberapa waktu lalu, beredar kabar jatuhnya seorang pendaki ke jurang sedalam 10 meter di jalur pendakian Torean, Gunung Rinjani, Rabu (18/5/2022).

Kompas.com memberitakan pada Selasa (24/5/2022) bahwa usai ditemukan selamat, korban mengalami lebam pada wajah dan patah tulang di bagian kaki.

Korban mengaku dalam perjalanan pulang, ia didorong perempuan cantik yang ditemuinya saat tengah beristirahat di atas tebing, sebelah tangga Air Terjun Penimbungan jalur Torean.

Baca juga: Jadi Pro Kontra, Pemisahan Tenda Pendakian Pria dan Wanita di Gunung Rinjani Dibatalkan

Menanggapi kejadian itu, pemandu pendakian Gunung Rinjani, Anka Songket Bajang mengatakan bahwa kejadian seperti ini kadang dialami pendaki dengan versi berbeda.

Sebab, yakin tidaknya, hal-hal mistis tersebut juga dipercayai masyarakat setempat. Anka menyampaikan bahwa pernah ada seorang pendaki perempuan yang tersesat dan baru ditemukan oleh pengembala sapi beberapa hari kemudian.

"Secara akal kalau mendaki ke puncak Rinjani, tidak ada cabang jalur lain yang kita daki. Hanya tinggal ikuti saja jalannya, sehingga kita tidak mungkin tersesat," ujar Anka kepada Kompas.com, Kamis (26/5/2022).

Soal kenapa pendaki itu bisa tersesat, pihaknya terkadang tidak yakin apakah itu merupakan hal mistis atau bukan.

Baca juga: Simak Syarat dan Ketentuan jika Ingin Mendaki di Gunung Rinjani


Imbauan kepada para pendaki Gunung Rinjani

Untuk menghindari kejadian atau kecelakaan yang tidak diinginkan, Anka pun membagikan tiga imbauan kepada para pendaki Rinjani:

1. Luruskan niat

Anka mengimbau para calon pendaki Gunung Rinjani untuk tidak berlebihan dan mendaki sewajarnya saja.

Berlebihan yang dimaksud oleh Anka, yakni ketika pendaki berbuat hal yang melanggar norma, seperti melakukan perbuatan tak senonoh di area pendakian.

"Kadang ada pendaki nakal yang bawa cewek, sukanya macam-macam. Lalu pendaki-pendaki muda juga banyak yang berbuat sesuka hati, mengesampingkan keselamatan. Niatnya kalau mendaki lurus-lurus aja, nikmati saja alam," tutur Anka.

2. Istirahat di tempat yang ditentukan

Lokasi pendakian yang curam dengan area tebing, membuat pendaki harus beristirahat sesuai titik yang sudah ditentukan. "Di sana itu tempatnya memang curam, tebing. Kalau kita mau istirahat, ada tempat khusus untuk istirahat yang aman," ujarnya.

Ilustrasi - Pemandangan kawah Gunung Rinjani, SHUTTERSTOCK/K_Boonnitrod
Ilustrasi - Pemandangan kawah Gunung Rinjani, SHUTTERSTOCK/K_Boonnitrod (SHUTTERSTOCK/K_Boonnitrod)

Namun, sambung Anka, karena beberapa tempat dianggap menarik, tidak jarang pendaki justru terbuai lantaran sibuk mengambil foto.

"Kalau umumnya, kita mengira kecelakaan saat mendaki itu karena lalai atau keasyikan. Namun dari sisi korban, dia bilangnya diganggu makhluk halus. Kita kan tidak tahu kejadian sebenarnya karena yang merasakan itu korban," sambung Anka.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved