Humas Museum Nasional Beber Alasan Melarang Pengunjung Foto Pakai Kamera Profesional

Museum Nasional mengeluarkan sejumlah aturan yang perlu disosialisasi kepada masyarakat atau pengunjung. Tujuannya agar pengunjung tidak melanggar

TribunKaltim/M WIKAN H
ILUSTRASI - Pintu masuk Museum Mulawarman, yang dahulunya merupakan bangunan Kerajaan Kutai. Ini menjadi salah satu tempat wisata di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang populer. 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Museum Nasional mengeluarkan sejumlah aturan yang perlu disosialisasi kepada masyarakat atau pengunjung. Tujuannya agar pengunjung tidak melanggar aturan itu.

Tentu pengelola ingin keamanan dan keselamatan barang-barang koleksi tetap terjaga dan terhindar dari duplikasi atau imitasi. Intinya keaslian barang tetap terjaga.

Aturan itu ada pengecualian. Misalnya dari media yang akan meliput di lokasi Museum Nasional. Namun tetap memperlihatkan surat tugas dari perusahaan.

 

Larangan paling utama adalah wisatawan tidak membawa kamera profesional.

Museum Nasional melarang pengunjung membawa kamera profesional dalam bentuk apapun ke kawasan museum, termasuk di halaman depan.

Namun, peraturan ini dikecualikan untuk sejumlah pihak, seperti media yang ingin meliput museum dengan syarat menyertakan surat pengantar atau keterangan peliputan dari perusahaan.

"Larangan menggunakan kamera itu untuk pengunjung umum. Kalau media diperbolehkan asal ada surat keterangan peliputan dari perusahaan," kata Humas Museum Nasional, Oting Rudy Hidayat kepada Kompas.com, Selasa (19/07/2022).

Baca juga: BI Ajak Pengunjung Merawat Ingatan Masa Lalu, Yuk ke Pameran Museum Bank Indonesia, Buka 7 Juli 2022


Berikut aturan lengkap terkait pemotretan di kawasan Museum Nasional:

Dilarang memotret di ruang emas

Seluruh pengunjung dari semua kalangan dilarang memotret pameran ruang emas di lantai empat. Larangan ini juga berlaku bagi media, yang diperkenankan menggunakan kamera profesional.

"Lantai empat tidak diperkenankan untuk pengambilan gambar, baik dengan kamera profesional (bagi media) maupun kamera HP," tutur Rudy.

Adapun ruang emas berisi koleksi emas regalia dan temuan Wonoboyo, merupakan alat-alat kebesaran keluarga kerajaan, atau alat yg digunakan oleh keluarga kerajaan.

Kata Rudy, larangan khusus pada lantai empat ini bertujuan mencegah pihak-pihak yang kurang bertanggungjawab menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi. Misalnya, membuat duplikat perhiasan untuk tujuan komersial.


Penggunaan kamera profesional di halaman Munas harus izin

Bagi pengunjung yang ingin menggunakan kamera profesional di area halaman depan museum harus mengajukan izin ke pihak Museum Nasional.

Terutama, jika untuk kepentingan komersial. "Kalau untuk tujuan komersial maka tetap harus izin karena kami sudah Badan Layanan Umum (BLU), akan dikenakan tarif yang berlaku," terang Pamong Budaya Ahli Muda Kepala Kelompok Kerja Kehumasan, Promosi dan Publikasi, Dyah Sulistiyani saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

Tarif pemotretan di area Museum Nasional dengan tujuan komersial adalah sebesar Rp 1 juta untuk per hari pada jam kerja. Sedangkan untuk pembuatan video Rp 1,5 juta per hari pada jam kerja.

Baca juga: Jelang Pembukaan Museum, Warga Dubai Dihebohkan dengan Hadirnya Pesawat Luar Angkasa


Sebelum masuk, petugas akan memeriksa barang bawaan pengunjung, serta menyediakan tempat penitipan bagi siapa pun yang membawa tas seukuran kertas A3.

"Kamera profesional biasanya ukuran besar. Pengunjung yang membawa ransel seukuran kertas A3 atau lebih, diwajibkan menitipkan ransel," imbuh Dyah.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved