Jika Anda Berkunjung ke Kota Ini Jangan Berbikini & Berpakaian Terbuka, Melanggar? Terima Akibatnya

Setiap daerah memiliki aturan berbeda, terkait apapun. Entah daerah wisata, pusat ekonomi, pusat kebudayaan dan lainnya.

SHUTTERSTOCK/Marco Rubino
Pemandangan Marina Corta, pelabuhan di Pulau Lipari, Sisilia, Italia. Lipari memberlakukan larangan menggunakan pakaian terbuka pada 2013, setelah warga setempat meributkan turis-turis yang mengenakan pakaian renang terbuka saat berjalan-jalan di pusat kota. SHUTTERSTOCK/Marco Rubino 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Setiap daerah memiliki aturan berbeda, terkait apapun. Entah daerah wisata, pusat ekonomi, pusat kebudayaan dan lainnya.

Sebuah kota wisata di Eropa, atau tepatnya kota Sorrento di Italia menerapkan aturan yang cukup ketat terkait turis atau pengujung.

Di kota ini, setiap wisatawan dilarang untuk memakai bikini dan berkeliaran di kawasan tersebut dengan pakaian terbuka.

 

Sorrento, kota pesisir di barat daya Italia menjadi salah satu destinasi populer di kalangan turis  baik lokal maupun internasional untuk menikmati matahari,

Namun, belum lama ini, pemimpin kota tersebut mengungkapkan tidak ingin melihat para turis berkeliaran di kawasan tersebut dengan pakaian terbuka.

Walikota Sorrento, Massimo Coppola mengumumkan melalui sebuah unggahan Facebook pada 6 Juli 2022, bahwa denda yang diberlakukan mulai dari 25 hingga 500 Euro (setara Rp 378.000 hingga Rp 7,5 juta).

"Tidak ada lagi perilaku tidak senonoh," tulis Coppola, seperti dikutip dari CNN, Minggu (17/07/2022).

"Itulah mengapa saya menandatangani peraturan yang melarang orang berjalan-jalan dengan telanjang dada dan mengenakan pakaian renang."

Kota pesisir Sorrento di Italia. SHUTTERSTOCK/BAHDANOVICH ALENA
Kota pesisir Sorrento di Italia. SHUTTERSTOCK/BAHDANOVICH ALENA (SHUTTERSTOCK/BAHDANOVICH ALENA)

Ia menjelaskan, perilaku berpakaian terbuka dinilai dapat menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan bagi warga Sorrento dan turis lain.

Larangan itu diberlakukannya untuk memberikan kualitas hidup dan area publik yang lebih baik.

Lebih lanjut, dikutip dari The Local, berjalan-jalan hanya dengan pakaian renang atau bertelanjang dada bisa berdampak terhadap citra pariwisata daerah tersebut.

"Dengan cara ini kami ingin melindungi dan meningkatkan kelayakan hidup, kualitas hidup, dan dekorasi di dalam pusat kota dan ruang publik," tuturnya.

Sorrento terletak di Semenanjung Sorrentine, yang juga dekat dengan lokasi Pantai Amalfi yang populer.

Pengunjung yang datang ke kawasan tersebut memang terus bertambah, bahkan mencapai angka yang dianggap terlalu banyak.

Baca juga: 200 Ribu Lebih Wisatawan Serbu Gunungkidul Yogyakarta Saat Libur Sekolah


Beberapa waktu lalu, Amalfi menerapkan aturan khusus pengunjung karena kawasan tersebut terlalu macet akibat dikunjungi banyak sekali orang. Lebih lanjutnya bisa dibaca melalui tautan ini.

Di Italia, larangan berpakaian terbuka di destinasi wisata ternyata bukan pertama kali diterapkan oleh Sorrento.

Menurut The Local, Pulau Lipari di Sisilia pernah memberlakukan peraturan serupa pada 2013, setelah warga setempat meributkan turis-turis yang mengenakan pakaian renang terbuka saat berjalan-jalan di pusat kota.

Selain itu, Tropea, salah satu resor tepi laut terpopuler di Calabria juga menerapkan aturan serupa pada Juli 2019.

Saat itu, Walikota Giovanni Macri melarang warga dan pengunjung mengenakan pakaian renang jika mau beraktivitas jauh dari pantai setempat. Ia juga melarang orang-orang untuk berjalan-jalan di kota tanpa alas kaki.

Baca juga: Musim Libur Sekolah, Yogyakarta Terasa Penuh, Diserbu Ratusan Ribu Wisatawan dari Berbagai Daerah

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved