Turkiye Catat Pemulihan Pariwisata Tertinggi di Antara Negara-negara Eropa, 14 Persen

Warga Eropa diprediksi akan melakukan perjalanan wisata ke luar Eropa pada musim panas tahun ini.

UNSPLASH.TOM PODMORE
Suasana kota di Islandia. Islandia menjadi salah satu negara di Eropa yang menunjukkan peningkatan wisatawan usai dihantam pandemi dalam dua tahun terakhir. UNSPLASH.TOM PODMORE 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM - Warga Eropa diprediksi akan melakukan perjalanan wisata ke luar Eropa pada musim panas tahun ini.

Alasannya karena puncak pemulihan ekonomi di negara-negara Eropa akan terjadi pada musim panas tahun ini.

Prediksi itu disampaikan European Travel Commission (ETC). Bahwa warga Eropa bakal bepergian untuk berwisata pada musim panas ini.

 

Sebuah laporan tiga bulanan terbaru berjudul "European Tourism Trends & Prospects (Prospek dan Tren Pariwisata Eropa)" menemukan bahwa puncak pemulihan pariwisata Eropa pada 2022 adalah pada periode musim panas ini.

Diharapkan, permintaan terhadap perjalanan pun ikut meningkat. Adapun ETC adalah organisasi non-profit yang mempromosikan Eropa sebagai destinasi wisata di pasar ketiga.

Dikutip dari Schengen Visa Info, prediksi ETC juga menunjukkan bahwa pemulihan pariwisata Eropa mencapai 70 persen tahun ini, setelah dihantam pandemi dalam dua tahun terakhir.

Adapun beberapa negara yang menunjukkan pemulihan pariwisata paling kuat pada 2022 antara lain Bulgaria (8 persen), Serbia (10 persen), dan Turkiye (14 persen).

Baca juga: Dinas PMD Sikka NTT Mengimbau 147 Desa Utamakan Pembangunan Sektor Pariwisata, Gunakan ADD

Selain itu, destinasi yang menurut laporan Mei menunjukkan pemulihan cukup kuat adalah Monako (22 persen), Kroasia (30 persen), Islandia (35 persen), dan Slovenia (37 persen).

Sementara beberapa negara di Eropa justru menunjukkan perlambatan pemulihan wisata, seperti Latvia.


Menurut laporan tersebut, kedekatan geografis Latvia dan Rusia disinyalir menjadi salah satu alasan mengapa pariwisata negara itu melambat 63 persen.

Ini terjadi setelah adanya pembatalan pemesanan hotel secara massal.

"Slovakia dan Republik Ceko juga termasuk di antara negara Eropa Timur yang pariwisatanya mengalami penurunan 50 persen," demikian ungkap laporan tersebut, seperti dikutip Schengen Visa Info.


Tantangan  Pemulihan Pariwisata Eropa

Pemulihan pariwisata tentunya disambut dengan baik. Namun, Presiden ETC, Luis Araujo juga menggarisbawahi bahwa kekurangan staf menjadi tantangan lain yang dihadapi pada masa pemulihan.

"Membawa kembali orang-orang dan bekerja lagi di industri ini adalah hal yang lebih menantang. Ini adalah prioritas utama pemulihan pariwisata Eropa dalam beberapa bulan mendatang," ujarnya.

Untuk diketahui, selama pandemi, sekitar 190.000 pekerja penerbangan Eropa diberhentikan.

Dampaknya mulai terasa di beberapa negara seperti Belanda, misalnya selama akhir pekan pertama pada bulan Juni.

Baca juga: Pemerintah Harus Menggelar Event Pariwisata Sesering Mungkin, Upaya Gaet Turis Asing ke Indonesia


Selain itu, lanjut dia, Uni Eropa juga perlu terus memantau dampak inflasi terhadap biaya hidup.

Pada akhirnya, banyak hal perlu diperhatikan untuk memastikan aktivitas pariwisata Eropa tak hanya bisa diakses oleh segelintir orang.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved