Kopi Flores jadi Minuman Resmi Side Event Presidensi G20 di Labuan Bajo, Berikut Alasannya

Langkah tepat dilakukan Gubernur NTT Laiskodat dan Ketua Dekranasda NTT yang menetapkan Kopi Flores sebagai minuman resmi side event Presidensi G20

WIKIMEDIA COMMONS/PAMBUDIYOGA
Suasana di pantai Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. WIKIMEDIA COMMONS/PAMBUDIYOGA 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM, LABUAN BAJO - Langkah tepat dilakukan Gubernur NTT Laiskodat dan Ketua Dekranasda NTT yang menetapkan Kopi Flores sebagai minuman resmi side event Presidensi G20 di Labuan Bajo.

Kopi Flores juga harus menjadi minuman utama di hotel-hotel berbintang maupun penginapan-penginapan di Flores, terutama di destinasi wisata kelas dunia, Labuan Bajo.

Ternyata selama ini pengelola hotel dan penginapan di Manggarai utamanya Labuan Bajo masih menggunakan kopi dari luar daerah untuk disuguhkan ke para tamunya.

 

Padahal Kopi Flores khusus Manggarai dan Ngada sudah terkenal secara nasional pun internasional.

Namun, sayangnya hotel dan restoran di Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata banyak yang masih menggunakan kopi dari luar daerah sebagai suguhan untuk tamu.

Karena itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional atau Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat mewajibkan semua hotel berbintang dan restoran di Labuan Bajo agar memakai Kopi Flores sebagai minuman utama.

"Kopi dari 13 kabupaten kita ini sudah terkenal di tingkat nasional maupun internasional. Itu adalah kopi Robusta dan Arabika dari Manggarai dengan Bajawa, Kopi Flores," kata Juli kepada Kompas.com Jumat (8/7/2022).

Pernyataan itu ia sampaikan saat launching Kopi Indikasi Geografis Flores bersama Kopi Mane Inspiration di Hotel Meruorah.

Baca juga: Rahasia Nikmatnya Kopi Dayak, Paduan dengan 3 Tumbuhan Herbal Khas Kalimantan, Tanaman Apa Itu?

Ia menyebutkan bahwa selama ini, kopi Arabica dan Robusta sudah tersertifikasi indikasi geografis. Manggarai Raya, Manggarai Timur juga merupakan hulunya kopi karena tanaman kopi di sana sesuai kualitas standar indikasi geografis.

"Kemudian, Manggarai di Ruteng, memiliki banyak Barista sampai dengan kemasannya dan kafe-kafe. Lalu, Manggarai Barat itu, sebagai destinasi super premium marketnya di hilirnya," tutur Juli.

Ia pun mengajak masyarakat NTT agar mengonsumsi kopi dari daerah sendiri karena percuma kalau hanya menyosialisasikan tentang kopi, tetapi tidak menjadi konsumennya.

"Jadi, tadi juga ada asosiasi PHRI serta GM Hotel-hotel dan restoran yang mereka ini saya sosialisasikan untuk wajib memakai kopinya itu. Hanya boleh kopi NTT, khususnya kopi Manggarai atau Bajawa," ujar Juli.

kopi flores harus jadi tuan rumah
Kawasan agrowisata Kopi Colol menjadi tujuan berwisata untuk menikmati berbagai jenis aroma kopi khas Colol, Kecamatan Lambaleda Timur, Kab. Manggarai Timur, NTT, Minggu, (22/5/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)(KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR)

Ia mengaku jika di secara ekonomi, anggaran itu lebih banyak keluar untuk membeli kopi yang dari luar daerah. Namun, prinsipnya jika mau bersaing, kopi di NTT harus memenuhi standar.

Sementara itu, Bupati Manggarai Hery Nabit mengatakan bahwa dalam launching Kopi Indikasi Geografis Flores, ada kesepakatan dari Ketua Dekranasda NTT terhadap Bupati Manggarai Timur, Bupati Manggarai dan Manggarai Barat.

Kesepakatannya adalah agar pada side event presidensi G20 di Labuan Bajo, produsen kopinya dari Manggarai Timur, pengolahan dari Manggarai, dan pemasarannya di Kabupaten Manggarai Barat, yakni di kota pariwisata Super Premium Labuan Bajo.

"Kami mengapresiasi upaya Gubernur NTT dan ibu Juli yang memperjuangkan supaya kopi Manggarai menjadi kopi resmi dalam sidang-sidang G20," tutur Hery.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hotel Berbintang dan Restoran di Labuan Bajo Wajib Pakai Kopi Flores", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/07/12/101000527/hotel-berbintang-dan-restoran-di-labuan-bajo-wajib-pakai-kopi-flores.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved