Spesialis Kedokteran Penerbangan Beber Alasan Penumpang Tetap Pakai Masker Saat di Pesawat

Calon penumpang pesawat terbang diimbau agar tetap memakai masker dan mentaati sejumlah protokol kesehatan seperti selama pandemi Covid-19.

Shutterstock
ILUSTRASI - Penumpang pesawat memakai masker dan menggunakan hand sanitizer Shutterstock 

TRIBUNKALTIMTRAVEL.COM – Calon penumpang pesawat terbang diimbau agar tetap memakai masker dan mentaati sejumlah protokol kesehatan seperti selama pandemi Covid-19.

Kini Covid-19 sudah hampir terkendali dengan melandainya kasus positif di setiap daerah. Syarat perjalanan yang demikian ketat selama masa pandemi, saat ini mulai longgar.

Wargapun 'melampiaskan' keinginan untuk melakukan perjalanan yang selama ini tertunda. Dan perjalanan jauh menggunakan pesawat menjadi pilihan pertama.

 

Seiring dengan dilonggarkannya aturan perjalanan, banyak orang yang mulai bepergian ke berbagai daerah.

Pesawat pun jadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat untuk kembali liburan usai menahan diri selama pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19.

Meski begitu, masyarakat yang bepergian naik pesawat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya memakai masker.

“Tetap pakai masker saat penerbangan,” kata Spesialis Kedokteran Penerbangan Dr MD Daniel Hadinoto dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Syarat Naik Pesawat Selama Mudik Lebaran 2022, Salah Satunya Gunakan Masker

Mengapa penumpang pesawat diimbau tetap pakai masker Ia menjelaskan kenapa penumpang pesawat diimbau tetap memakai masker selama penerbangan berlangsung.

“Setelah pintu pesawat ditutup saat berangkat hingga akhirnya tiba di tujuan, sirkulasi udara yang ada di dalam kabin adalah sirkulasi tertutup,” ujar Daniel.

Ia melanjutkan bahwa meski udara dibersihkan lagi dengan penyaring HEPA (high efficiency particulate air) yang diklaim hampir 100 persen efektif, masih ada kemungkinan penumpang tertular penyakit akibaT sirkulasi udara tertutup.

suasana kabin pesawat
Ilustrasi kabin pesawat. Sirkulasi udara di kabin pesawat bersifat tertutup sehingga memudahkan penularan penyakit. Unplash/Alexander Schimmeck

Selain itu, ketidaknyamanan akibat tekanan udara yang berbeda di dalam kabin pesawat juga menyebabkan penularan penyakit lebih rawan terjadi.

Penumpang juga harus mematuhi protokol kesehatan lain, seperti rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (7/12/2021), ada banyak tempat yang sangat kotor di bandara, salah satuya adalah sandaran tangan kursi. Terdapat 21.630 CFU (satuan pembentuk koloni) bakteri dan jamur setiap inci perseginya.

Baca juga: Penyebab Telinga Berdenging Ketika Naik Pesawat Serta Cara Mengatasinya

Adapun penumpang yang memakai masker di dalam pesawat, bisa membukanya saat makan atau minum. Namun, mereka harus segera memakainya lagi setelah selesai makan dan minum.

Calon penumpang pesawat yang sedang sakit flu juga diimbau untuk menunda perjalanannya terlebih dahulu

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penumpang Diimbau Tetap Pakai Masker Saat di Pesawat, Ini Sebabnya", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/07/08/180600027/penumpang-diimbau-tetap-pakai-masker-saat-di-pesawat-ini-sebabnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved