Tiket Pesawat Mahal Dikhawatirkan Akan Mengurangi Animo Masyarakat untuk Berwisata, PHRI Keberatan

Seperti berkurangnya frekwensi penerbangan terkait langsung dengan jumlah kunjungan wisata. Ini pasti berimbas pada okupansi hotel dan restoran

Tribun Kaltim
ILUSTRASI - Kesibukan petugas melayani calon penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur. Harga tiket pesawat dikabarkan naik drastis. Tribun Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Harga tiket pesawat kembali meroket. Kenaikan harga tiket ini berdampak pada banyak sektor.

Seperti berkurangnya frekwensi penerbangan terkait langsung dengan jumlah kunjungan wisata. Ini pasti berimbas pada okupansi hotel dan restoran.

Tiket pesawat yang demikian mahal dikhawatirkan menghambat laju kebangkitan dunia pariwisata yang sudah mulai menggeliat

 

Akibatnya pencanangan percepatan pemulihan ekonomi menjadi sedikit terhambat.

Banyak pihak yang berteriak lantang, keberatan atas kenaikan harga tiket yang mencekik ini.

Kalangan pengusaha perhotelan yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan keberatan atas tarif tiket pesawat yang kini tinggi.

Jika kecenderungan tarif tiket pesawat mahal terus berlanjut dikhawatirkan akan menekan animo masyarakat berwisata.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menegaskan kenaikan harga tiket pesawat akan berdampak negatif pada upaya percepatan pemulihan ekonomi Indonesia dan upaya mendorong kebangkitan sektor pariwisata Tanah Air.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Bagaimana Wisatawan Menjangkau Objek Wisata di Lombok Tengah?

Baca juga: Tips Beli Tiket Pesawat Murah, Tiap Rabu Garuda Indonesia Tebar Diskon hingga Rp 750 Ribu

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Sampaikan Solusi Atasi Tiket Pesawat Mahal, Tambah Jumlah Penerbangan

"Dalam pariwisata, ada konsep 3A yakni Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas. Aksesibilitas akan menjadi hambatan karena kenaikan harga tiket atau berkurangnya frekuensi penerbangan," ujarnya.

"Hal ini akan berdampak pada pariwisata, terutama dari perspektif hotel dan restoran khususnya di daerah-daerah di luar Pulau Jawa, seperti Bali, NTB, NTT, Sumatera Utara, Padang, Kalimantan, Sulawesi, Papua," lanjutnya.

Kenaikan tiket pesawat akan menjadi kendala tersendiri untuk meningkatkan okupansi di daerah sana sebab sumber pergerakan ada di Jakarta, jika kita membicarakan wisata domestik," ujarnya saat dihubungi oleh Kontan, Rabu, 6 Juli 2022.

Ia menambahkan, pada tahun 2019 lalu isu kenaikan harga tiket pesawat juga ada dan memberikan efek pada penurunan kegiatan pariwisata.

Saat itu masalahnya hanya ada di penerbangan domestik, namun saat ini juga terjadi pada harga tiket pesawat internasional. Namun saat itu, bisa menguntungkan bagi pelaku perjalanan luar negeri ke domestik.

Baca juga: Tiket Pesawat Rute Jakarta-Solo Mulai Tanggal 28 April, Harga Mulai Dari Rp 936 Ribu

Pada masa tersebut masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri juga tinggi, atau tercatat kurang lebih sekitar 10 juta orang.

Hal ini membuat wisata domestik lebih sepi dibandingkan luar negeri pada tahun 2019. Ia memproyeksi, hal yang sama bisa terulang kembali tahun ini.

Pada masa kini, yakni di semester II 2022 umumnya secara tahunan kegiatan-kegiatan korporasi akan meningkat, hal ini juga akan memberikan dampak pada frekuensi penerbangan yang cukup minim saat ini.

Maulana memberikan contoh pada masa libur Lebaran atau cuti bersama tahun ini, dimana perjalanan melalui jalur darat meningkat.

"Perjalanan melalui jalur udara meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2021 namun frekuensinya tidak sama di tahun 2019 sampai 2020. Jadi, walau kebijakan sudah membebaskan untuk bergerak, masyarakat tetap akan sulit bergerak karena harga tiket meningkat." ujarnya.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah Rute Jakarta-Lombok, Hanya Rp 300 Ribuan

"Apalagi di masa pandemi, daya beli menurun dan kemampuan untuk menaikkan biaya perjalanan bagi turis tidak semudah yang dibayangkan," sambungnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved