Dinas PMD Sikka NTT Mengimbau 147 Desa Utamakan Pembangunan Sektor Pariwisata, Gunakan ADD

Sejumlah pemerintah daerah kini berpikiran maju dan memprioritaskan sektor-sektor yang dapat memberi income terhadap pembangunan, seperti pariwisata

Dokumen Dinas Pariwisata Sikka
Pemadangan alam Flores, NTT saat dilihat dari puncak Nusa Kutu yang berada di Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Dokumen Dinas Pariwisata Sikka 

TRIBUNKALTIM.CO, MAUMERE - Sejumlah pemerintah daerah kini berpikiran maju dan memprioritaskan sektor-sektor yang dapat memberi income riil terhadap pembangunan, di antaranya pariwisata.

Sektor Pariwisata dipandang sebagai sektor "basah" karena bisa mempromosikan dan menjual objek wisata alam, produk-produk UMKM lokal, kuliner, kain tenun khas daerah.

Selain itu kebudayaan lokal yang belum terekpose dapat diperkenalkan kepada pengunjung, dan banyak hal yang terkait dengan pariwisata bisa dijual.

 

Pemerintah Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur bahkan mengimbau 147 di sana, untuk menggunakan Anggaran Dana Desa atau ADD untuk membangun sektor pariwisata dalam arti luas di desanya.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengimbau 147 desa yang ada untuk memanfaatkan anggaran dana desa (DD) untuk pengembangan sektor pariwisata.

Kepala Dinas PMD Sikka, Fitrinita Kristiani, mengatakan bahwa pihaknya telah menyurati semua kepala desa agar memprioritaskan pariwisata dalam perencanaan tahun anggaran 2023.

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gaet Wisatawan untuk Beli Produk Lokal

Baca juga: Pemerintah Harus Menggelar Event Pariwisata Sesering Mungkin, Upaya Gaet Turis Asing ke Indonesia

Baca juga: Pengelola Objek Wisata Labuan Bajo Segera Berbenah Usai Kecelakaan Laut, Nakhoda Harus Profesional

"Kita sudah keluarkan Surat Bupati untuk 147 desa agar memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata. Silakan desa menganalisis potensi masing-masing," ujar Kristiani saat ditemui, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya, potensi wisata menjadi salah satu aset desa yang dapat mendongkrak pendapatan dan perekonomian desa, selain badan usaha milik desa (Bumdes).

Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa untuk mengembangkan potensi yang ada.

prioritaskan pariwisata
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Fitrinita Kristiani saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (1/7/2022). Serafinus Sandi Hayon Jehadu/Kompas.com


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Fitrinita Kristiani saat diwawancara Kompas.com, Jumat (1/7/2022).  Serafinus Sandi Hayon Jehadu/Kompas.com

"Pemerintah desa dan masyarakat harus kerja sama untuk mendatangkan wisatawan agar menghasilkan pendapatan untuk desa," ujarnya.

Ia menambahkan, PMD tidak membatasi otonomi desa, namun sebagai instansi teknis, pihaknya akan mengevaluasi, mengarahkan, dan melakukan pendampingan desa.

Ia berharap agar pengembangan desa wisata nantinya disesuaikan dengan kapasitas fiskal keuangan desa.

"Saya juga meminta, semua unsur desa terlibat aktif mulai dari tahap perencanaan, anggaran, dan pelaksanaan," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2022/07/02/180700027/147-desa-di-sikka-ntt-diimbau-prioritaskan-sektor-pariwisata.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved