Anda Ingin Bawa Hewan Peliharaan Naik Pesawat? Ini Syarat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Mungkin Anda belum tahu aturan membawa hewan naik pasawat. Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar Anda bisa terbang bersama hewan kesayanganmu

dok. AirAsia
Pesawat A321neo milik AirAsia. Maskapai AirAsia punya aturan tersendiri terkait hewan peliharaan yang ikut terbang bersama tuannya. Setiap maskapai punya aturan masing-masing. dok. AirAsia 

TRIBUNKALTIM.CO - Banyak warga tidak tega meninggalkan hewan peliharaannya di rumah saat bepergian jauh ke luar kota atau ke luar negeri. Selain itu mereka juga tidak tega menitipkan peliharaannya di rumah penitipan hewan.

Solusinya, hewan kesayangan itu terpaksa diboyong, ikut bepergian bersama tuannya. Selesai masalahnya? Belum. Masalah belum selesai jika perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Mungkin Anda belum tahu aturan membawa hewan naik pasawat. Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar Anda bisa terbang bersama hewan kesayanganmu. Apa saja syaratnya?

 

Apalagi setiap maskapai penerbangan memiliki ketentuan masing-masing terkait hal ini. Berikut informasi seputar membawa hewan ke pesawat yang Kompas.com rangkum dari empat maskapai penerbangan di Indonesia:

1. Garuda Indonesia

Membawa hewan mamalia (peliharaan) diperbolehkan dalam sebuah penerbangan domestik Garuda Indonesia (GA). Namun, ada sejumlah peraturan yang harus diikuti, dikutip dari situs resminya:

Hewan dapat diterima sebagai bagasi terdaftar dan tidak untuk diangkut di kabin penumpang. Hanya untuk penerbangan domestik dengan durasi penerbangan tidak lebih dari dua jam, serta tidak dalam rute yang dimiliki oleh pesawat ATR72-600.

Hanya untuk penerbangan langsung, tidak transit, dan tidak ada pergantian pesawat dari tempat asal menuju ke tempat tujuan.

Garuda Indonesia tidak menerima pengangkutan hewan yang langka atau terancam punah, melainkan hanya hewan peliharaan, di antaranya anjing, kucing, dan marmut yang ditempatkan di dalam ruangan.

Baca juga: Para Dokter Belum Satu Suara Soal Usia Minimal Bayi Boleh Naik Pesawat, Garuda Punya Aturan Sendiri

Baca juga: Perhatikan 5 Faktor Ini Jika Tidak Ingin Disetop Petugas Keamanan Bandara Saat Naik Pesawat

Penumpang yang ingin membawa hewan hidup sebagai bagasi terdaftar harus melapor pada konter check-in paling lambat satu jam sebelum keberangkatan sesuai jadwal.

Penumpang harus menyiapkan kontainer atau peti kayu/kandang untuk hewan peliharaan sendiri. GA tidak akan menyediakan kontainer. Penumpang bertanggung jawab untuk memberi makan dan minum, serta membersihkan hewan peliharaan dan kandangnya.

Maksimal berat hewan (sudah termasuk kontainer/peti kayu/kandang) untuk diangkut sebagai bagasi terdaftar adalah 32 kilogram (kg). Jika melebihi 32 kg, harus diangkut sebagai kargo.

Peti kayu

Semua hewan peliharaan yang diterima untuk pengangkutan harus disimpan di dalam peti kayu atau kandang yang antibocor, serta dilengkapi dengan kunci gembok. Peti kayu atau kandang harus memiliki ventilasi dan ruang yang cukup agar hewan dapat bergerak di dalam peti kayu atau kandang.

Berat hewan dan kandang tidak dihitung sebagai bagian dari alokasi bagasi gratis. Anjing sering-eye, atau anjing pemandu untuk orang buta (guide dog), dan anjing hearing, atau anjing pemandu untuk penyandang tuli, diperbolehkan diangkut dan diberlakukan bebas biaya (FOC).

Dokumen Sertifikat Hewan Peliharaan

Sertifikat Kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Kantor Karantina. Izin untuk memasuki atau transit suatu negara dan harus diperoleh sebelumnya (hanya untuk anjing, kucing). Namun, karena GA hanya menerima pengangkutan dengan sektor domestik, maka ini tidak perlu. Tiket laporan kelebihan bagasi.

Biaya

Biaya kelebihan bagasi dengan minimum 5 Kg selalu ditanggung semua hewan domestik (termasuk kontainer atau peti kayu atau kandang), terlepas dari apakah bepergian di bawah alokasi berat yang sudah ditentukan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved