Menparekraf Sandiaga Uno Sampaikan Solusi Atasi Tiket Pesawat Mahal, Tambah Jumlah Penerbangan

Harga tiket pesawat ke berbagai tujuan atau rute oleh sejumlah maskapai penerbangan masih cukup tinggi.

Instagram.com/@garuda.indonesia
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. Ada diskon tiket pesawat murah hingga Rp 750 ribu setiap hari Rabu di bulan Juni 2022. Instagram.com/@garuda.indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO - Harga tiket pesawat ke berbagai tujuan atau rute oleh sejumlah maskapai penerbangan masih cukup tinggi.

Hal itu berbarengan dengan musim libur anak sekolah yang sudah mulai berlangsung saat ini.

Selain itu juga karena pandemi Covid-19 yang semakin mendekati akhir alias endemi, sehingga masyarakat berduyun-duyun mencari hiburan.

 

Ada yang mengunjungi objek wisata yang dekat rumah juga yang jauh dari rumah. Yang jadi rumit adalah mengunjungi objek wisata yang jauh dari rumah, karena harus menggunakan alat transportasi, baik darat, laut maupun udara.

Khusus untuk angkutan udara atau pesawat terbang, kini harga tiket dikeluhkan para calon penumpang, karena harganya meroket.

Keluhan harga tiket inipun sudah sampai ke para pejabat pemerintah yang berwenang di bidang itu, sehingga diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama ada solusi untuk rakyat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan beberapa upaya pemerintah dalam mengatasi masih tingginya harga tiket pesawat saat ini.

Solusi tersebut, di antaranya memprioritaskan rute pesawat menuju destinasi wisata unggulan hingga imbauan kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk melakukan diversifikasi sumber energi.

Baca juga: Tips Beli Tiket Pesawat Murah, Tiap Rabu Garuda Indonesia Tebar Diskon hingga Rp 750 Ribu

Baca juga: Tiket Pesawat Jelang Mudik Naik 100 Persen, Rute Ini Paling Dicari

Baca juga: Tiket Pesawat Rute Jakarta-Solo Mulai Tanggal 28 April, Harga Mulai Dari Rp 936 Ribu

Pernyataan itu Sandiaga sampaikan saat agenda Weekly Press Briefing yang digelar secara hybrid, Senin (27/6/2022). Adapun beberapa upaya pemerintah untuk mengatasi harga tiket pesawat mahal adalah:

1. Prioritaskan rute menuju destinasi wisata unggulan Sandiaga mengatakan bahwa selain terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pihaknya saat ini berupaya menghubungi satu per satu maskapai penerbangan untuk secara khusus dapat memprioritaskan rute ke destinasi wisata unggulan.

Menurutnya, sebagian pesawat yang tidak beroperasi saat pandemi sudah mulai kembali disiapkan. "Sebagian sudah memiliki kesiapan setelah pesawat-pesawatnya dihanggarkan selama dua tahun ini, sudah melalui proses maintenance, dan ini sudah mulai bisa dikembangkan," ujar dia.

Pihaknya pun meminta penerbangan diprioritaskan ke destinasi-destinasi wisata unggulan yang sekarang ini harga tiketnya sangat mahal.

Ilustrasi Tiket Pesawat
Ilustrasi Tiket Pesawat (JPSMachine)

2. Inovasi dan kolaborasi dalam air transport agreement. Selanjutnya, sambung Sandiaga, akan dilakukan inovasi dan kolaborasi yang menyangkut kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. 

Bahan bakar nabati, bahan bakar bioavtur.(UNSPLASH/Artturi Jalli) "Kita mencoba berinovasi bersama para pengambil kebijakan lintas kementerian dan lembaga, untuk melihat air transport agreement kita. Apa yang bisa kita modifikasi sehingga ada penambahan kursi," tutur dia.

Sebagai informasi, air transport agreement atau perjanjian transportasi udara adalah perjanjian bilateral untuk memungkinkan layanan transportasi udara komersial internasional antara negara penandatangan.

3. Penambahan jumlah penerbangan dan kursi. Pemerintah juga akan menambah jumlah pesawat khususnya bagi rute-rute penerbangan yang selama ini masih terbatas.

"Garuda akan menambah jumlah pesawat. Tentunya dengan harapan bahwa dengan penambahan jumlah pesawat, akan ada rute-rute yang selama ini jumlah kursinya minim, itu akan ditambah," ujar Sandiaga.

Pramugari Garuda Indonesia
Pramugari Garuda Indonesia (instagram-anneavantieheart)

4. Melakukan diversifikasi sumber energi. Kemudian, untuk persoalan terkait avtur, Menparekraf mengakui bahwa tiket pesawat mahal disebabkan karena kondisi dari situasi energi yang melambung tinggi.

"Kami memberikan suatu penekanan kepada para pada pelaku usaha parekraf untuk melakukan diversifikasi sumber energinya, dari menggunakan energi baru dan terbarukan," pesan dia.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved